News

5 Fakta Kasus Dugaan Penganiayaan Perawat di Palembang, Pelaku Minta Maaf

Seorang perawat bernama Christina Ramauli Simatupang (28), diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tua pasiennya pada Kamis (15/4)


5 Fakta Kasus Dugaan Penganiayaan Perawat di Palembang, Pelaku Minta Maaf
Foto tangkapan layar video dugaan penganiayaan terhadap seorang perawat di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan (TikTok/@istrileedongmin92)

AKURAT.CO, Seorang perawat bernama Christina Ramauli Simatupang (28), diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tua pasiennya pada Kamis (15/4). Peristiwa yang terjadi di Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan tersebut pun ramai diperbincangkan warganet di media sosial.

Saat ini, sang pelaku yakni Jason Tjakrawinata alias JT (38) sudah berhasil diamankan oleh kepolisian setempat. Lebih lanjut, ia juga telah meminta maaf dan menyesali perbuatannya kepada pihak rumah sakit.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta kasus dugaan penganiayaan perawat di Palembang.

1. Pelaku emosi

Diketahui, kejadian tersebut berawal saat si perawat melepas infus anak JT yang telah dirawat selama empat hari. Kala itu, sang anak menangis karena tangannya diduga terluka saat pelepasan selang infus. JT yang dalam keadaan lelah berjaga di rumah sakit seketika langsung emosi mengetahui keadaan anaknya.

2. Diduga aniaya perawat

Saat anaknya menangis, JT kemudian emosi dan merasa tidak terima karena tangan sang anak terluka. Ia kemudian nekat menghampiri perawat dan mencoba untuk memukulnya. Beruntung, sejumlah petugas segera datang untuk melerainya.

3. Mengaku polisi

Dilansir dari video yang beredar, tak hanya spontan menganiaya perawat, JT juga turut mengaku sebagai seorang anggota kepolisian. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, pelaku bukanlah seorang anggota polisi melainkan pengusaha suku cadang mobil dan motor di Kayuagung, Ogan Komering ilir (OKI).

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu