Ekonomi

5 Fakta Jogi Hendra Atmadja, Lulusan Kedokteran yang Dirikan Mayora

5 Fakta Jogi Hendra Atmadja, Lulusan Kedokteran yang Dirikan Mayora
Sosok pendiri Mayora Group, Jogi Hendra Atmadja (Forbes Indonesia/Ahmad Zamroni)

AKURAT.CO Nama Jogi Hendra Atmadja mungkin masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Padahal, dia adalah pendiri Mayora Group.

Mayora Group atau PT Mayora Indah Tbk adalah perusahaan yang memproduksi aneka produk konsumen berupa makanan ataupun minuman ternama. Produk-produk Mayora yang familiar antara lain Kopiko, Teh Pucuk Harum, Beng-beng, Energen, dan masih banyak lagi.

Kesuksesan Mayora merajai pasar makanan dan minuman ringan di Tanah Air tentu tidak lepas dari sepak terjang Jogi. Lantas, seperti apa sosoknya?

baca juga:

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sederet fakta mengenai Jogi Hendra Atmadja.

1. Lulusan Fakultas Kedokteran

Jogi Hendra Atmadja merupakan pria kelahiran Jakarta tahun 1946. Ia lahir di keluarga keturunan Tionghoa yang berbisnis biskuit rumahan. Selepas lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Jogi berkuliah di Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti. Ia berhasil meraih gelar dokter di 'Kampus Reformasi' tersebut. Karena dilahirkan dari keluarga pebisnis, Jogi lebih tertarik untuk berkecimpung di dunia bisnis. Jogi bertekad mengembangkan usaha biskuit keluarganya yang telah dirintis sejak tahun 1948.

2. Mendirikan Mayora

Bersama dengan Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia, Jogi Hendra Atmadja mendirikan PT Mayora Indah. Perusahaannya itu didirikan pada tanggal 17 Februari 1977 di Jakarta. Pabrik pertama mereka berlokasi di Tangerang, Banten. Jogi menduduki kursi komisaris utama yang bertugas mengawasi kinerja direksi perusahaan.

3. Sukses dengan biskuit Roma Kelapa

Sejak kemunculan Mayora sebagai perusahaan yang memproduksi makanan ringan, dengan biskuit Roma Kelapa telah menjadi produk andalan mereka. Roma Kelapa sukses menjadi produk yang digandrungi oleh masyarakat Indonesia dan bahkan bersaing ketat dengan biskuit Khong Guan yang sudah lebih dulu beredar di pasaran.

Tak lantas puas dengan kesuksesan Roma Kelapa, perusahaan terus berekspansi dengan meluncurkan produk Kopiko pada sekitar tahun 1980. Kopiko menjadi permen kopi pertama di Indonesia dan mencuri perhatian konsumen. Di bawah kepemimpinan Jogi, Mayora terus melahirkan produk-produk baru, seperti Torabika, Astor, hingga Energen.

4. Mayora melantai di Bursa Efek Indonesia

Setelah Jogi berhasil menahkodai perusahaan untuk memenuhi pasar Indonesia, Mayora melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) dan menjadi perusahaan publik di tahun 1990 dengan target marketnya yakni konsumen Asean. Perusahaan yang dipimpinnya semakin melebarkan pangsa pasar hingga ke berbagai penjuru negeri di Asia.

5. Masuk jajaran 10 besar orang terkaya di Indonesia

Keberhasilan Jogi dalam memimpin Mayora, berhasil mengantarkan dirinya menjadi seorang triliuner. Menurut Forbes, kekayaan yang dimilikinya mencapai USD 4,1 miliar atau sekitar Rp64,1 triliun. Angka tersebut membuat Jogi Hendra Atmadja dan keluarganya menduduki posisi 9 orang terkaya di Indonesia.

Kini, bisnis Mayora ia wariskan kepada ketiga anaknya yang menjabat sebagai direksi, yakni Andra Sukrendra Atmadja, Hendarta Atmadja, dan Wardhana Atmadja.[]