Ekonomi

5 Fakta Francois Pinault, Pemilik Brand Mewah Gucci yang Pernah Dirundung karena Miskin

Fakta Francois Pinault.


5 Fakta Francois Pinault, Pemilik Brand Mewah Gucci yang Pernah Dirundung karena Miskin
Francois Pinault, Pemilik Brand Gucci (artnet.com)

AKURAT.CO Siapa sangka sosok pemilik brand mewah dunia Gucci hingga Yves Saint Laurent awalnya adalah korban perundungan. Francois Pinault, yang harus putus sekolah karena terus-terusan diejek atas kemiskinan yang dialaminya, akhirnya mampu membangun kerajaan bisnisnya di dunia fashion kelas atas dunia. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait sosok Francois Pinault. 

1. Diejek hingga putus sekolah

Pinault lahir di Les Champs-Geraux yang terletak di wilayah pedesaan di bagian barat Prancis. Ketika ia bersekolah hingga di College Saint-Martin, ia terus-menerus mengalami perundungan karena keadaannya keluarganya yang kurang mampu. Sedangkan teman-temannya yang merundungnya merupakan anak orang menengah ke atas. Hingga akhirnya, ia tidak kuat lagi dan memutuskan keluar sekolah di usia 16 tahun. 

baca juga:

2. Menjual bisnis ayahnya dan memulai yang baru

Setelah keluar dari sekolahnya, pria kelahiran 21 Agustus 1936 ini memilih untuk mendaftar sebagai militer. Setelahnya, ia kembali ke bisnis keluarganya dan memilih untuk menjual bisnis milik ayahnya yang jadi tempat ia menimba banyak ilmu. Pada tahun 1963, Pinault memutuskan untuk mendirikan bisnis pertamanya dengan perusahaan kayu. Seiring berjalannya waktu, perusahaan tersebut terus mengalami pertumbuhan hingga mengakuisisi sejumlah perusahaan kecil. 

3. Melantai di bursa saham

Perusahaan kayu milik Pinault terus bertumbuh dengan dukungan dari sejumlah perusahaan kayu yang dibelinya seperti Chapelle Darblay, perusahaan kayu dari Finlandia. Pada Oktober 1988, Pinault memutuskan untuk melantai di Bursa Efek Paris dengan nama Pinault SA. Sejak itulah, ia terus melakukan sejumlah perkembangan. Salah satunya adalah mengubah arah bisnisnya ke perusahaan retail dengan membeli sejumlah perusahaan lain seperti CFAO, Conforama, Printemps, Laa Redoute, hingga Fnac, kemudian mengubah nama perusahaan induknya menjadi Pinault-Printemps-Redoute (PPR) pada tahun 1993. 

4. Beralih ke barang mewah

Kreativitas dan daya juang Pinault di dunia bisnis memang jempolan. Ia tidak ragu menghadapi risiko. Setelah mengubah arah bisnisnya ke dunia retail, Pinault kembali mengubah bisnisnya dengan fokus pada barang mewah di akhir abad ke-20. PPR pun membeli sejumlah brand barang mewah seperti Gucci dan Yves Saint Laurent pada Maret 1999, Boucheron pada tahun 2000, hingga Balenciaga dan Bottega Veneta pada tahun 2001. 

5. Orang terkaya ke-32 di dunia

Sejak tahun 2003 silam, tampuk kepemimpinan PPR diserahkan pada anaknya, Francois-Henri Pinault. Pada tahun 2013, PPR berubah namanya menjadi Kering. Meski begitu, Pinault tetap menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai USD 34,4 miliar (Rp516 triliun). Selain memiliki saham di Kering, Pinault juga telah mendirikan perusahaan induk keluarganya bernama Artemis yang memiliki sejumlah perusahaan keluarga seperti kebun anggur di Bordeaux hingga Napa Valley, klub sepak bola Rennes hingga tempat pelelangan Christie's. 

Pinault juga merupakan sosok kolektor seni yang memiliki lebih dari 3 ribu keping koleksi seni yang terdiri dari karya Picasso, Koons, hingga Mondrian.[]