News

5 Fakta Emirsyah Satar, Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Garuda

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Emirsyah Satar tidak ditahan karena telah terlibat dalam kasus yang ditangani oleh KPK.


5 Fakta Emirsyah Satar, Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Garuda

AKURAT.CO Garuda Indonesia kembali menjadi sorotan warganet. Pasalnya, Kejagung RI resmi menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat oleh PT Garuda Indonesia tahun 2011-2021. Pernyataan ini dirilis dalam pengadilan yang dilakukan pada hari Senin (27/6). 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait sosok Emirsyah Satar. 

1. Sempat bekerja di big 4

Emirsyah memiliki karier cemerlang sebagai seorang akuntan. Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi UI tahun 1986, ia mengawali kariernya sebagai akuntan di Pricewaterhouse Coopers (PwC). Perusahaan PwC merupakan salah satu kantor akuntan publik terbesar di Indonesia atau biasa disebut sebagai Big 4. 

baca juga:

2. Duduki sejumlah posisi penting

Kemampuan Emirsyah diketahui begitu baik dalam dunia akuntansi. Pada tahun 1985, pria kelahiran Jakarta ini sempat menjadi Asisstant of Vice President of Corporate Banking Group Citibank. Pada tahun 2003, ia bergabung dengan Bank Danamon Tbk sebagai Wakil CEO. Setelahnya, ia sempat menjabat Presiden Direktur PT Niaga Factoring Corporation. 

3. Bolak balik Garuda

Pada tahun 1998 silam, Emirsyah sempat menjadi Executive Vice President Finance (CFO) Garuda Indonesia. Ia pun memiliki peran penting dalam restrukturisasi keuangan Garuda Indonesia hingga tahun 2001 silam. Setelah keluar dari Garuda selama beberapa tahun, ia kemudian kembali ke Garuda sebagai Direktur Utama pada tahun 2005 hingga 2014 silam. 

4. Masuk Garuda ketika diambang kebangkrutan

Kembalinya Emirsyah ke Garuda pada tahun 2005 silam merupakan salah satu keputusan berani. Pasalnya, ketika akuntan berusia 62 tahun tersebut menyanggupi permintaan tersebut, ia harus berhadapan dengan perusahaan yang berada di ujung kebangkrutan. Garuda ketika itu mengalami kerugian hingga Rp5 triliun. Setelah sembilan tahun, akhirnya Emirsyah mengundurkan diri dan menjabat sebagai Chairman di MatahariMall.

5. Rugikan negara hingga Rp8,8 triliun

Emirsyah Satar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan pesawat Garuda. Ia diduga telah menerima suap yang membuat pihak Lessor mendapatkan keuntungan lebih dan telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp8,8 triliun. Selain itu, Emirsyah Satar bersama Soetikno Soedarjo juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi penyewaaan pesawat ATR 72-600 dan CRJ-1000.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Emirsyah Satar tidak ditahan karena telah terlibat dalam kasus yang ditangani oleh KPK.[]