News

5 Fakta Aturan MyPertamina, Tak Harus Bawa Handphone Cukup Cetak QR Code Khusus dari Aplikasi

Tidak perlu membawa ponsel ketika membeli!


5 Fakta Aturan MyPertamina, Tak Harus Bawa Handphone Cukup Cetak QR Code Khusus dari Aplikasi

AKURAT.CO PT Pertamina akan segera menerapkan aturan baru terkait pembelian BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar. Bagi pembeli BBM subsidi jenis tersebut harus terdaftar dalam sistem MyPertamina. Aturan ini pun sontak menuai pro dan kontra. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait penggunaan MyPertamina untuk pembelian pertalite dan solar. 

1. Jenis BBM ditentukan dengan MyPertamina

baca juga:

Warga yang ingin membeli BBM pertalite atau solar diharuskan mendaftar terlebih dahulu di MyPertamina. Pendaftaran tersebut membutuhkan nomor polisi kendaraan. Setelah itu, maka manajemen akan mengonfirmasi apakah kendaraan tersebut berhak mendapatkan pertalite atau solar atau tidak. Jika sudah terkonfirmasi, maka pengguna akan mendapatkan QR Code khusus. 

2. Tidak perlu membawa ponsel ketika membeli

Setelah mendapatkan QR Code khusus, maka pengguna bisa mencetaknya dan menempelkannya di manapun yang bisa diakses oleh penjaga pom Pertamina. Jadi, pengguna tidak lagi perlu membawa ponsel saat membeli. Penjaga SPBU pertamina akan mengecek nopol yang terdaftar di MyPertamina dengan nopol yang sedang tertera dalam STNK.  

3. Tidak langsung semua provinsi

Dalam menerapkan kebijakan ini, Pertamina sedang melakukan uji coba tahap awal di sejumlah kabupaten atau kota di Indonesia. Kabupaten atau kota tersebut tersebar di lima provinsi yaitu Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Yogyakarta. Di sejumlah provinsi tersebut, pembelian BBM dengan cara ini akan diterapkan selama dua minggu. 

4. Agar tepat sasaran

Pembatasan pembelian BBM jenis pertalite dan solar ini tertuang dalam Peraturan Presiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020. Sedangkan tujuan utama dari aturan ini adalah agar nantinya penyaluran BBM subsidi dapat tepat sasaran. Dengan begitu, masyaraklat yang tidak disetujui untuk melakukan transaksi pembelian Pertalite atau Solar akan beralih. 

5. Konsumsi pertalite dan solar segera turun

Selain itu, pemerintah juga menerapkan pembatasan pembelian BBM yang tertuang dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran BBM. Kementerian ESDM menargetkan konsumsi pertalite dan solar dengan kebijakan baru ini dapat turun hingga 10 persen.

Namun, dalam percobaan dua minggu ini, masyarakat masih bisa tetap membeli pertalite dan solar meski belum mendaftar. []