News

5 Fakta Anggaran MPR yang Dikeluhkan Turun Terus, Pernah Tembus Rp800 Miliar

Fakta anggaran MPR.


5 Fakta Anggaran MPR yang Dikeluhkan Turun Terus, Pernah Tembus Rp800 Miliar
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) didampingi Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah memimpin pembacaan sumpah dan janji Anggota MPR Pengganti Antar Waktu (PAW) di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (18/11/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Protes Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terkait penurunan anggaran semakin hangat. Kabar ini pun menjadi sorotan banyak warganet. Pernyataan protes tersebut digaungkan pertama kali oleh Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad. Sedangkan pernyataan protes tersebut diklaim telah disepakati oleh 10 orang pimpinan MPR. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait penurunan anggaran MPR. 

1. Anggaran MPR tahun 2022 naik 5 persen

Pada tanggal 18 Agustus 2021 lalu, sejumlah informasi terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah disetujui dan dibacakan oleh Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR RI. Sedangkan anggaran MPR untuk tahun 2022 sebesar Rp695,7 miliar. Nilai ini naik 5,89 persen dari outlook belanja MPR 2021 senilai Rp657 miliar. 

2. Anggaran MPR mengalami naik turun

Anggaran belanja MPR selalu mengalami naik dan turun dari tahun 2017 hingga tahun 2021. Pada tahun 2017 silam, anggaran MPR senilai Rp814,5 miliar. Setelahnya, anggaran menjadi Rp899 miliar pada tahun 2018 silam. Sedangkan pada tahun 2019, anggaran MPR turun menjadi Rp887,3 miliar. Dan pada tahun 2020 kembali turun menjadi Rp702,4 miliar. 

3. Menurun untuk membantu pemulihan ekonomi sosial

Pada tahun 2021, alokasi sebenarnya berada di angka Rp750,9 miliar atau naik 6,9 persen. Namun, angka tersebut diturunkan menjadi Rp657 miliar karena digunakan untuk mengamankan program vaksinasi nasional dan penanganan pandemi Covid-19. Selain itu, sebagian di antaranya juga digunakan untuk perlindungan sosial dan percepatan pemulihan ekonomi nasional. 

4. Anggaran tahun depan untuk dua program

Sedangkan anggaran MPR tahun 2022 tersebut nantinya untuk dua program yaitu penyelenggaraan lembaga legislatif beserta alat kelengkapan dan program dukungan manajemen. Dalam hal ini, digunakan untuk membiayai gaji, tunjangan, operasional pimpinan MPR RI, honorarium staf hingga tenaga ahli. Selain itu, alokasi tersebut juga digunakan untuk publikasi dan peliputan dan pelaksanaan berbagai kegiatan teknis dan administrasi. 

5. Diprotes Wakil Ketua MPR

Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad, menyatakan bahwa anggaran belanja MPR tahun 2022 kurang memadai. Pasalnya, saat ini pimpinan MPR telah berjumlah 10 orang dari sebelumnya yang hanya 8 orang. Setelah menyampaikan keputusan yang diklaim dari hasil rapat 10 pimpinan MPR tersebut, Fadel juga telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo dan mengundang Sri Mulyani untuk rapat bersama. Selain itu, Fadel juga mendesak Jokowi untuk melengserkan Sri Mulyani dari posisi Menteri Keuangan. 

Penambahan komposisi pimpinan MPR RI dari 8 orang menjadi 10 orang ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD).[]