News

5 Fakta Anas Urbaningrum, Jabat Ketum Partai Demokrat hingga Terjerat Korupsi

Pada 2010 Anas Urbaningrum terpilih menjadi pemimpin Partai Demokrat. Namun pada 2013, ia terjerat kasus korupsi yang mengharuskannya melepas jabatan tersebut.


5 Fakta Anas Urbaningrum, Jabat Ketum Partai Demokrat hingga Terjerat Korupsi
Mantan Ketu Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (5/3), kemarin hingga kini masih hangat diperbincangkan. Di mana pada kongres tersebut, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dinyatakan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.

Terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB sontak mengejutkan publik. Sejumlah pihak juga turut mengingatkan hal tersebut dengan sejumlah peristiwa, termasuk saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut mengudeta Anas Urbaningrum.

Seperti diketahui, pada tahun 2010 lalu Anas Urbaningrum sempat terpilih menjadi pemimpin Partai Demokrat. Namun, di tahun 2013, Anas terjerat kasus korupsi yang mengharuskan dirinya melepas jabatan tersebut.

Saat itulah SBY kemudian membentuk presidium dan Kongres III di Bali. Selanjutnya, ia kemudian langsung terpilih dan meneruskan jabatan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta penting Anas Urbaningrum.

1. Aktif berorganisasi

Anas Urbaningrum lahir di Blitar, Jawa Timur, 15 Juli 1969. Ia merupakan sarjana politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Airlangga, Surabaya. Selama duduk di bangku perkuliahan, Anas dikenal sebagai sosok yang aktif berorganisasi. Salah satunya seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

2. Terjun ke dunia politik

Anas tercatat sebagai salah satu yang terlibat dalam pergerakan reformasi politik di tahun 1998. Dari sanalah kemudian ia mulai aktif di dunia perpolitikan Tanah Air. Pada tahun 2001, Anas resmi menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU).