Lifestyle

5 Dongeng yang Bisa Ajarkan Anak Soal Kehidupan

Ayah dan Bunda bisa memiilih cerita anak yang memiliki pesan moral tertentu, agar memberikan inspirasi baginya. Misalnya lima cerita dongeng anak ini


5 Dongeng yang Bisa Ajarkan Anak Soal Kehidupan
Ilustrasi ibu mendongeng (MOMJUNCTION.COM)

AKURAT.CO, Membacakan dongeng bukan hanya karena menunjukkan kepada anak-anak bagaimana kehidupan. Namun, dongeng juga memperlihatkan perasaan takut sekaligus perasaan mempunyai cita-cita di dalam kehidupan, melalui dunia fantasi. 

Dongeng memang hanya fantasi dan anak-anak yang belum mengerti apa dengan tokoh fantasi. Namun, masalah yang diceritakan serta perasaan yang dihadapi tokoh dalam dongeng tersebut seperti ada di dalam kehidupan nyatanya.

Bahkan di dalam dongeng, terdapat tokoh antagonis-protagonis sehingga membantu anak-anak dalam mempelajari kehidupannya nanti, seperti dalam berperilaku dan moralitas.

Pada saat yang sama, karakter protagonis yang baik biasanya dihargai di akhir cerita. Cara ini memperkuat pentingnya bersikap baik, bijaksana dan benar pada anak.

Oleh karena itu, Ayah dan Bunda bisa memiilih cerita anak yang memiliki pesan moral tertentu, agar dapat memberikan inspirasi baginya. 

Misalnya lima cerita dongeng anak terbaik berikut ini yang memiliki banyak pesan moral di dalamnya. Apa saja ya?

Kelinci Sombong dan Kura-kura

Salah satu dongeng anak yang sering dibacakan pada anak adalah kisah Si Kelinci Sombong dan Kura-kura. Ringkasan ceritanya, pada suatu hari di sebuah hutan, Kelinci yang merasa Kura-Kura sangat lambat mengajaknya balap lari untuk membuktikan kehebatan kelinci. 

Kura-kura yang rendah hati menyambut gembira ajakan Kelinci. Keduanya mempersiapkan balap lari, mereka ditemani para hewan lain di hutan.

Kelinci yang merasa hebat berhasil berlari lebih dulu dibanding Kura-Kura yang berjalan amat lambat. Saat mendekati garis finish, Kelinci memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon rindang. 

Sebab kelinci yakin, Kura-kura pasti membutuhkan waktu lama untuk mencapai garis finish, jadi dia memutuskan untuk tertidur sebentar. Hingga Kelinci tak menyadari bahwa waktu sudah sore sehingga Kura-Kura telah lebih dulu sampai di garis finish.

Dari dongeng tersebut, Ayah dan Bunda dapat mengajarkan pada anak bahwa sehebat apa pun anak nanti, tak boleh meremehkan kemampuan yang dimiliki orang lain. 

Si Kancil dan Buaya

Tak hanya kisah Kelinci Sombong dan Kura-kura. Salah satu dongeng anak yang sering dibacakan pada anak, diantaranya adalah kisa Si Kancil dan Buaya. 

Ringkasan ceritanya, Kancil yang memiliki kecerdikan dan sering membantu sesama hewan di hutan memang menjadi salah satu hewan yang disegani di hutan. 

Pada suatu hari, Kancil merasa sangat lapar, tetapi dia harus menyebrangi sungai untuk mendapatkan makanan. Dengan kecerdikannya, kancil memberanikan diri menghampiri para buaya dan membuat kesepakatan pada buaya bahwa dia membawa berita baik dari raja hutan untuk memberikan daging kepada para buaya di sungai.

Merasa percaya dengan ucapan kancil, buaya menyepakatinya dan bersedia berbaris dari tepi sungai sampai ke ujung sebrang sungai hingga membentuk jembatan. Kancil pun menyebrangi sungai dengan bantuan para buaya.

Namun sesampainya di sebrang sungai, Kancil langsung mengucapkan terima kasih kepada para buaya karena mau membantunya menyebrangi sungai dan langsung melarikan diri. Hal ini pun membuat para buaya marah karena merasa dibohongi.

Dari dongeng ini, Ayah dan Bunda bisa mengajarkan pada anak bahwa kecerdikan seseorang tidak boleh disalahgunakan untuk merugikan orang lain.

Balas Budi Seekor Semut

Cerita lainnya yang bisa Ayah dan Bunda bacakan kepada anak yang disertai pesan moral di dalamnya, yakni kisah Balas Budi Seekor Semut.

Pada dongeng ini, dikisahkan seekor semut yang tak sengaja tergelincir ke sungai ketika sedang mencari makan. Tubuhnya yang kecil membuat semut hampir tenggelam ke sungai.

Dia pun berteriak untuk mencari pertolongan. Lalu, datang seekor burung merpati yang mendengar suara teriakan semut dan langsung membantu semut dengan mengigit sehelai daun dan meminta semut untuk menaiki daun tersebut. 

Semut pun langsung naik ke atas daun dan berhasil diselamatkan berkat burung merpati.

Beberapa waktu kemudian, semut yang tengah mencari makan melihat seorang pemburu tengah mengincar burung merpati yang pernah menolongnya. 

Melihat hal itu, semut langsung menolong burung dengan menggigit keras kaki pemburu. Kaget dengan aksi semut yang tiba-tiba datang dan mengigit kakinya, sang pemburu tanpa sengaja menarik pelatuknya dan membuat burung merpati berhasil kabur.

Ketika keadaan sudah aman dari pemburu, burung merpati menghampiri semut dan mengucapkan berterima kasih. Sang semut kemudian menjawab terima kasih itu dan menurutnya sudah semestinya dia menolong merpati sebagai bentuk balas budi, karena pernah ditolong oleh merpati terlebih dahulu.

Dari cerita ini, Ayah dan Bunda bisa mengajarkan kepada anak arti balas budi kepada orang lain. Meski orang tersebut dengan ikhlas membantu tetapi anak harus saling tolong-menolong tanpa memandang jenis atau fisik. 

Tikus dan Singa

Cerita Tikus dan Singa bisa Ayah Bunda jadikan dongeng, yang dapat mengajarkan kebaikan sejak dini. Sebab, menurut ringkasan ceritanya, ada seekor Tikus yang menjahili singa dikala sedang menikmati tidur siang, sontak membuat singa tersebut marah dan ingin memakan sang tikus karena merasa terganggu.

Sambil meringis ketakutan, tikus memohon kepada singa untuk melepaskannya dan memaafkan kejahilan yang ia perbuat. Merasa kasihan, singa melepaskan tikus itu.

Tikus pun merasa senang, dia berterima kasih dan berjanji untuk membalas semua kebaikan singa padanya.

Beberapa waktu kemudian, tikus mendengar suara singa yang mengaung keras. Sang singa ternyata terperangkap disebuah jaring yang sengaja dipasang oleh pemburu. 

Singa pun memohon bantuan tikus untuk melepaskan jaring tersebut. Dengan sigap, tikus membantu singa keluar dari jaring tersebut dengan menggerogoti jaring sampai terputus. Keduanya pun segera kabur dan menyelamatkan diri.

Kisah persahabatan Tikus dan Singa ini bisa mengajarkan anak untuk selalu berbuat kebaikan dan mengingat semua kebaikan yang diterimanya.

Putri Berambut Merah dan Burung Emas

Diceritakan, hiduplah seorang Putri Berambut Merah yang baik hati. Keindahan rambut sang putri membuat Burung Emas tertarik untuk bertandang ke balkon kamarnya, yang berada di sebuah istana.

Putri dan Burung emas pun kompak melantunkan lagu pengantar tidur untuk seluruh rakyatnya. Berkat senandung sang putri dan burung emas, rakyatnya selalu bermimpi indah hingga fajar tiba. 

Namun, semua berubah ketika penyihir jahat mengubah rambut merah putri menjadi hitam. Putri pun sangat sedih dan mencurahkan segala isi hatinya kepada Burung Emas. 

Suatu hari, ada seorang pangeran datang ke istana. Burung Emas memberikan sehelai rambut merah milik sang putri ke pangeran itu. Rupanya, pangeran itu adalah teman semasa kecil putri.

Beruntung, keajaiban datang dan membuat rambut sang putri kembali menjadi warna merah setelah direndam oleh sang pangeran.

Berkat ketulusan Pangeran, kekuatan penyihir jahat pun sirna. Pangeran dan putri memutuskan untuk menikah. Seluruh rakyat pun menyambut gembira berita tersebut.

Dari kisah ini, Ayah dan Bunda bisa mengajarkan pada anak bahwa ketulusan dapat mengalahkan kejatahan, maka jadilah seseorang yang selalu berbuat kebaikan yang tulus kepada sesama.

Semua cerita di atas, pada saat dibacakan, sebaiknya Bunda membubuhkan ekspresi, efek suara dan latar dan mendramatisir keadaan seolah-olah nyata agar mendukung kekuatan cerita.

Berdongenglah dengan bahagia![]