Lifestyle

5 Cara Mendidik Anak Sesuai dengan Kepribadiannya

Mengetahui kepribadian alami anak sejak dini, dapat membantu orang tua menemukan teknik pola pengasuhan yang tepat


5 Cara Mendidik Anak Sesuai dengan Kepribadiannya
Ilustrasi - Cara mendidik anak sesuai dengan kepribadiannya (Freepik/mdjaff)

AKURAT.CO Mengetahui kepribadian alami anak sejak dini, dapat membantu orang tua menemukan teknik pola pengasuhan yang tepat.

Adapun kepribadian adalah jumlah total dari respons emosional, sikap, dan perilaku individu. Itu muncul dalam arti yang sebenarnya hanya ketika masa remaja mendekat.

Biasanya, pada usia 3-5 tahun, anak akan menampilkan ciri-ciri kepribadian tertentu. Bahkan, Bunda akan mempelajari beberapa sifatnya bahkan dalam beberapa bulan pertama kehidupan.

baca juga:

Ada petunjuk kepribadian anak sejak awal kehidupan. Misalnya, beberapa bayi menyukai  rutinitas, sementara yang cenderung fleksibel. Psikolog menyebut petunjuk awal ini sebagai "temperamen".

Temperamen adalah bawaan. Dengan kata lain, bayi secara alami memiliki temperamen tertentu, tetapi temperamen bukanlah "kepribadian" mereka.

Saat anak menjadi lebih banyak bergerak, Bunda  akan melihat mereka menunjukkan kemandiriannya. Perlahan, ketika anak mulai mengalami dunia luar, seperti bersekolah dan berteman, Bunda akan melihat kepribadian mereka muncul dan semakin jelas. 

Meski begitu, butuh waktu bertahun-tahun untuk mencirikan kepribadian seseorang. Ciri-ciri ini tidak muncul secara jelas dan konsisten sampai usia dua belas tahun.

Sebelum itu, Bunda dapat melihat perilaku anak-anak sebagai reaksi terhadap kepribadian lain di sekitar mereka. Sedangkan respons perilaku terjadi mulai sekitar usia 11 dan 12 tahun.

"Kepribadian seseorang dapat dicirikan dengan mengamati ciri-ciri kepribadian khusus mereka selama bertahun-tahun," kata psikolog Dan McAdams, dikutip AKURAT.CO, Selasa (28/6/2022). 

Ingat, anak-anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Kekuatan seorang anak bisa menjadi kelemahan anak lain.

Kuncinya adalah mengidentifikasi ciri-ciri spesifik, perbedaan dan memahaminya.

Dengan begitu, Bunda dan Ayah bisa menerapkan pola pengasuhan yang tepat untuk anak. 

Berikut beberapa tipsnya

Pelajari kepribadian anak

Pelajari anak dan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain. Amati anak untuk memahami apakah dia berani, pemalu, jeli, atau ekstrovert.

Cobalah untuk mencari tahu jenis kegiatan yang disukai dan tidak disukainya. 

Pahami pula tingkat energi, toleransi terhadap frustrasi, dan reaksi terhadap perubahan. Semua jawaban ini akan menjadi panduan untuk mengetahui ciri khas anak.

Menghargai individualitas anak

Sulit bagi orang tua untuk menerima bahwa anak berbeda dari apa yang mereka harapkan. Misalnya, orang tua ingin anak mereka menyukai tenis tetapi dia lebih suka membaca buku.

Selain itu jika anak mewarisi sifat dan kekurangan orang tua, Bunda mungkin terus-menerus berselisih. Lepaskan segala prasangka dan terima kepribadian mereka apa adanya.

Beberapa perilaku bisa jadi menantang, tetapi penting untuk menerimanya dengan cinta dan penghargaan. 

Tunjukkan empati

Terkadang, sifat kepribadian anak bisa membuat frustrasi, bahkan dapat menyebabkan konflik. Penting untuk mundur dan melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda.

Selain itu, tunjukkan empati terhadap pilihan anak dan temukan cara untuk berkompromi, menemukan solusi untuk menghindari potensi konflik. 

Pisahkan kebutuhan

Kebutuhan Bunda dan Ayah mungkin berbeda dengan keinginan anak. Jadi, sesuaikan gaya pengasuhan untuk menetapkan batasan yang sehat. Lihat anak sebagai individu yang juga mempunyai pilihan sendiri. 

Advokasi untuk anak 

Mungkin ada beberapa orang yang akan menilai tindakan dan tingkah laku anak. Dukung sifat unik anak dan selalu gunakan afirmasi positif untuk melawan komentar negatif.

Dengan cara ini anak akan merasa bahwa Bunda selalu bersama mereka dan mempercayaimu dalam segala hal.