Lifestyle

5 Cara Efektif Menangani Anak yang Hiperaktif, Beri Perhatian

Hiperaktif pada anak ditandai dengan perilaku sembrono dan terlalu banyak aktivitas dengan energi yang tampaknya tidak terbatas


5 Cara Efektif Menangani Anak yang Hiperaktif, Beri Perhatian
Ilustrasi - Anak hiperaktif (Freepik/mdjaff)

AKURAT.CO  Hiperaktif pada anak ditandai dengan perilaku sembrono dan terlalu banyak aktivitas dengan energi yang tampaknya tidak terbatas.

Anak hiperaktif mungkin memiliki rentang perhatian yang pendek, tampak kesulitan untuk fokus, mendengarkan atau mengikuti petunjuk.

Hal inilah yang menyebabkan anak-anak yang hiperaktif cenderung menghasilkan kinerja akademik yang buruk, kurangnya sosialisasi.

baca juga:

Dalam kasus yang parah, mereka bahkan menarik diri dari sosial sehingga menyebabkan depresi, frustrasi, dan harga diri yang buruk.

Anak-anak menjadi hiperaktif ketika ada ketidakseimbangan dalam produksi dua neurotransmiter, adrenalin dan dopamin di otak.

Hiperaktif terutama berasal dari Attention Deficit Disorder (ADD), dan sebagian besar kasus terkait dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). 

Penyebab hiperaktif lainnya termasuk lingkungan dan keluarga tempat anak-anak itu berada, termasuk pengasuhan otoriter atau terlalu protektif.  

Mengatasi anak hiperaktif bisa jadi sulit, dan tidak ada jawaban yang tepat untuk kondisi ini. Namun, beberapa tips yang sudah dirangkum AKURAT.CO berikut ini mungkin bisa membantu Bunda dan Ayah dalam mengatasi Si Kecil yang hiperaktif, Rabu (26/1/2022): 

Jangan mengabaikannya

Jangan tinggalkan anak sendirian setiap hari. Terlibatlah dengan tugas sekolah, kegiatan sehari-hari, dan beri dia perhatian.Ingat, hiperaktif berasal dari kurangnya perhatian.

Beri penghargaan dan pujian bila dia melakukan sesuatu yang baik dan produktif.

Itu akan membuat anak menjadi tenang, dan hiperaktif secara otomatis hilang. 

Pastikan untuk tidak hanya fokus pada hal-hal positif dan mengabaikan kelakuan dan sikap negatifnya.

Anak juga perlu tahu ketika dirinya melakukan kesalahan.

Minimalkan gangguan

Hal-hal yang kebanyakan orang tidak pernah perhatikan dengan mudah mengalihkan perhatian anak yang menderita ADHD. 

Oleh karena itu, tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi, seperti pekerjaan rumah, harus dilakukan di area yang memberikan gangguan minimal. 

Tempatkan anak dengan nyaman di lokasi yang jauh dari jendela dan pintu.

Biarkan dia bergerak tetapi jangan biarkan dia terganggu oleh hal-hal lain.

Pastikan anak mengerti bahwa dia tidak sedang dihukum. 

Ciptakan ruang kerja yang hangat dan mengundang. 

Beri tahu anak bahwa ruang kerja adalah untuk membantunya berkonsentrasi, dan mendorong partisipasinya dalam merancang ruang di mana dia merasa nyaman.

Ubah pola makan

Berbicara tentang dokter, ADHD dapat disembuhkan sampai batas tertentu (atau seluruhnya dalam beberapa kasus) ketika Bunda mengubah pola makan anak.

Pastikan Bunda menghindari makanan olahan, tambahan gula, garam, dan apa pun yang dikemas atau terlihat tidak sehat pada labelnya.

Berikan ana makanan segar, organik, masakan rumahan yang bebas pengawet dan perasa buatan.

Makan bersih sangat membantu meningkatkan suasana hati, gaya hidup, dan kesejahteraan fisik dan mental secara keseluruhan.

Menjaga keseimbangan

Bunda mungkin lebih suka mempertahankan sistem rumah tangga yang longgar dan santai tanpa aturan yang berlebihan.

Gaya pengasuhan santai ini cocok untuk banyak anak.

Sayangnya, anak hiperaktif cenderung mengalami kesulitan dalam lingkungan yang tidak jelas.

Jika menghadapi anak hiperaktif, jaga agar rumah tangga tetap berjalan dengan jelas dan teratur. Ciptakan sistem yang sifatnya tegas tapi cukup fleksibel.

Artinya, Bunda harus tahu kapan menerapkan konsekuensi karena gagal memenuhi tujuan sambil menghabiskan cukup waktu bersama anak-anak mereka.

Ingat, jadilah orang tua yang berwibawa, bukan orang tua yang otoriter atau diktator.

Bicaralah

Beri anak kebebasan dalam berbagi pemikiran dan ekspresi dengan Bunda.

Biarkan dia berbicara dan berbagi tentang perasaannya setiap hari.

Luangkan waktu untuk mendengarkan itu semua. Intinya, beri anak perhatian yang dia harapkan.

Bun, bicaralah dengan dokter jika Bunda berpikir anak mungkin menderita ADHD.

Meskipun tidak ada tes khusus untuk kondisi tersebut, dokter dapat melakukan penilaian dan merujuk anak untuk evaluasi lebih lanjut jika perlu.

Jika ADHD didiagnosis, ada pengobatan yang tersedia.