News

5 Calon PM Inggris Debat Sengit di TV, Serang Cacat Kebijakan Ekonomi hingga Transgender

5 Calon PM Inggris Debat Sengit di TV, Serang Cacat Kebijakan Ekonomi hingga Transgender
Lima kandidat pemimpin baru Partai Konservatif Inggris akan bersaing memperebutkan dua suara terbanyak. (Last Minute Instant News)

AKURAT.CO Para kandidat pemimpin baru Partai Konservatif (Tory) Inggris saling menyerang rekam jejak dan kebijakan masing-masing dalam debat televisi. Menteri Luar Negeri Liz Truss, misalnya, mencibir kenaikan pajak yang diperkenalkan mantan Kanselir Rishi Sunak akan menghentikan pertumbuhan. Sebaliknya, Sunak menuduh Truss menjajakan 'ilmu ekonomi tak berfaedah'. Titik nyala lainnya meliputi hak transgender, Brexit, dan kepercayaan dalam politik.

Dilansir dari BBC, 5 kandidat tersisa bersaing untuk menggantikan Boris Johnson sebagai pemimpin Tory sekaligus perdana menteri Inggris usai pemberontakan kabinet memaksanya mengundurkan diri. Anggota parlemen akan memberikan suara untuk ketiga kalinya pada Senin (18/7) untuk mengerucutkannya menjadi dua kandidat. Kemudian, dua kandidat terakhir akan dipilih oleh anggota Tory untuk menjadi perdana menteri berikutnya.

Dalam debat ITV selama 1 jam, adu mulut paling sengit terjadi antara Sunak dan Truss. Beda pendapat mereka terkait bagaimana mengendalikan kenaikan biaya hidup, sementara pertumbuhan ekonomi dibiarkan terbuka.

baca juga:

Sebagai mantan kanselir, Sunak terus-menerus diserang selama kampanye. Ia mau tak mau membela kenaikan pajak yang diperkenalkannya sewaktu masih menjabat, termasuk kenaikan Asuransi Nasional pada April untuk membayar perawatan sosial dan kesehatan.

Menurut Truss dalam debat tersebut, kebijakan Sunak dalam menaikkan pajak ke ringkat tertinggi dalam 70 tahun tak akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Faktanya, menaikkan pajak saat ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Itu akan mencegah kita mendapatkan pendapatan yang kita butuhkan untuk melunasi utang," serang Truss.

Sunak pun berasalan pandemi merusak ekonomi dan uang harus dibayar kembali.

"Ada harga yang harus dibayar untuk semua ini dan biaya inflasi lebih tinggi, tingkat hipotek lebih tinggi, dan tabungan terkikis. Dan tahukah Anda? Ilmu ekonomi yang tak berfaedah itu bukanlah Konservatif. Itu adalah sosialisme," balasnya.

Sementara itu, menurut Menteri Perdagangan Penny Mordaunt, favorit para bandar taruhan untuk memenangkan pemilihan, pemotongan pajak terbatas yang ia anjurkan bukan inflasi dan masyarakat sekarang butuh bantuan untuk biaya hidup.

"Saya tak mengerti mengapa Rishi tak memahaminya," ungkapnya.

Sunak pun membalas dengan menuduh berbahayanya rencana Mordaunt untuk menghapus aturan ekonominya yang hanya meminjam untuk berinvestasi. Menurutnya, Jeremy Corbyn (mantan pemimpin Partai Buruh sayap kiri) sekalipun tak menganjurkan pelonggaran keuangan publik seperti itu.

Perdebatan sengit juga terjadi antara Mordaunt dan mantan Menteri Kesetaraan Kemi Badenoch terkait identifikasi diri untuk kaum transgender. Menurut Mordaunt, ada sejumlah cacat dokumen dan ia membantah telah mendukung identifikasi gender oleh diri sendiri ketika menjadi menteri kesetaraan pada 2019.

"Semua upaya untuk mencitrakan saya sebagai individu di luar jangkauan akan gagal," komentarnya.

Sementara itu, Badenoch mengeklaim dirinya sebagai kandidat untuk masa depan yang kejujurannya dapat mengubah segalanya menjadi lebih baik.

Serangan juga datang dari Tom Tugendhat, ketua komite terpilih urusan luar negeri. Menurutnya, mereka yang pernah menjadi menteri dalam kabinet Johnson ikut andil dalam kekacauan pemerintahannya.

Menyerang Mordaunt, Tugendhat menantang menteri perdagangan itu untuk membeberkan detail rencana yang ia susun.

"Saya pikir ada sejumlah hal yang kita butuhkan untuk memenangkan Pemilu berikutnya. Salah satunya adalah sayalah yang menjadi perdana menteri karena jajak pendapat menunjukkan bahwa saya satu-satunya yang dapat mengalahkan Keir Starmer dan membawa pertarungan melawan Partai Buruh," jawab Mordaunt.

Survei anggota partai di laman Rumah Konservatif pada Sabtu (16/7) menyarankan Badenoch paling diunggulkan dalam kompetisi tersebut. Truss berada di urutan kedua dan Mordaunt turun ke urutan ketiga. Meski begitu, Sunak masih berada di posisi terdepan setelah menjadi yang teratas dalam 2 putaran pertama pemungutan suara di kalangan anggota parlemen Tory. []