Rahmah

5 Ayat Al-Qur'an Tentang Sedikitnya Manusia di Muka Bumi ini yang Bersyukur

Allah sangat menyukai hamba-Nya yang pandai bersyukur


5 Ayat Al-Qur'an Tentang Sedikitnya Manusia di Muka Bumi ini yang Bersyukur
Ilustrasi seseorang yang sedang bersyukur (pinterest.com)

AKURAT.CO Syukur adalah gambaran kenikmatan dan menampakannya di permukaan. Ada banyak cara mengucapkan rasa syukur dalam Islami, seperti berdoa, berdzikir, dan selalu berpikir positif pada Allah SWT. Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang pandai bersyukur.

Karena Allah sangat menyukai hamba-Nya yang pandai bersyukur ini, di dalam Al-Qur'an disebutkan ayat-ayat terkait jarangnya manusia yang mau bersyukur. Ayat-ayat ini pada hakikatnya hendak mengingatkan agar manusia agar selalu bersyukur, supaya dicintai Allah SWT.

Berikut ayat-ayat Al-Qur'an yang memberi isyarat bahwa manusia sangat sedikit yang mau bersyukur:

baca juga:

Surah Ghafur Ayat 61:

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

   اِنَّ اللّٰهَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُوْنَ (غافر: ٦١)  

Artinya: “Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang memberikan anugerah pada umat manusia. Hanya saja kebanyakan umat manusia tidak bersyukur (kepada-Nya)” (QS Ghafir: 61).

Surah An-Nahl Ayat 53:

Allah ta’ala berfirman:

وَمَا بِكُمْ مِّنْ نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَاِلَيْهِ تَجْـَٔرُوْنَۚ (النحل: ٥٣)  

Artinya: “Dan nikmat apa pun yang ada pada kalian adalah dari Allah. Kemudian jika kalian terkena mara bahaya, maka hanya kepada-Nya-lah hendaknya kalian memohon” (QS an-Nahl: 53).

Surah Al-Furqan Ayat 32:

Allah SWT berfirman;

وَقَدِمْنَآ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنٰهُ هَبَاۤءً مَّنْثُوْرًا (الفرقان: ٢٣)  

Artinya: “Dan Kami (Allah) menghukumi amal (yang mereka anggap baik) yang mereka lakukan (dalam keadaan tidak beriman), maka Kami jadikan amal mereka seperti debu yang bertebaran (tidak berguna dan tidak diterima)” (QS al Furqan: 23).

Surah An-Nahl Ayat 120-121:

اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ كَانَ اُمَّةً قَانِتًا لِّلّٰهِ حَنِيْفًاۗ وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۙ شَاكِرًا لِّاَنْعُمِهِ ۖ (النحل: ١٢٠-١٢١)  

Artinya: “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam panutan nan taat kepada Allah serta berpaling pada agama yang lurus. Dan ia tidak pernah termasuk orang-orang musyrik. Dia adalah orang yang bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya” (QS an-Nahl: 120-121).

Surah Saba Ayat 13:

Allah ta’ala berfirman:

وَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ (سبأ: ١٣)  

Artinya: “Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang mencapai derajat syakuur” (QS Saba’: 13).

Selain ayat-ayat di atas, bukti bahwa manusia sangat sedikit yang bersyukur juga disebut dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

   النَّاسُ كَإِبِلٍ مِائَةٍ لَا تَكَادُ تَجِدُ فِيْهَا رَاحِلَةً (رواه مسلم)

Artinya: “Umat manusia itu ibarat seratus ekor unta. Hampir tidak kamu dapati di antara mereka yang layak untuk ditunggangi dalam perjalanan jauh” (HR Muslim).

Yuk, instrospeksi diri kita masing-masing. Sudahkah kita bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan pada kita di tahun kemarin? Jika belum, lakukan di tahun ini, agar Allah menambahkan nikmat-nikmat lain yang belum kita rasakan.[]