News

5 Aksi Kekerasan di Sekolah Ini Bikin Ngelus Dada, Terbaru Siswi SMP Dianiaya 3 Siswa


5 Aksi Kekerasan di Sekolah Ini Bikin Ngelus Dada, Terbaru Siswi SMP Dianiaya 3 Siswa
Ilustrasi Bullying (AKURAT.CO/Luqman Hakim Naba)

AKURAT.CO, Belakangan ini, kasus kekerasan di dunia pendidikan Tanah Air tengah menjadi sorotan. Dilansir Antara, sepanjang tahun 2019, Komisi Perlindungan Anak (KPAI) mencatat ada sebanyak 21 kasus kekerasan seksual, dengan jumlah korban sebanyak 123 anak di institusi pendidikan.

Selain kekerasan seksual, kasus kekerasan berupa bullying juga kerap terjadi di sekolah. Selain membuat korban mengalami luka fisik, beberapa kasus juga menyebabkan korban mengalami depresi hingga bunuh diri.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai  sumber, berikut 5 aksi kekerasan di dunia pendidikan Tanah Air.

1. Makassar, Sulawesi Selatan

Pada Februari 2019, aksi kekerasan terjadi di Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang mahasiswa berinisial AP (19), meninggal dunia dengan luka lebam di sekujur tubuhnya. AP diduga mengalami kekerasan oleh para seniornya, pada Minggu 3 Februari 2019, sekitar pukul 21.30 WITA.

Berdasarkan hasil penyelidikan, AP diketahui dianiaya karena melakukan pelanggaran berupa tidak menggunakan helm ketika memasuki lingkungan kampus. Setelah memeriksa sebanyak 24 saksi, pihak kepolisian kemudian menetapkan mahasiswa berinisial MR (21) sebagai tersangka.

2. Gresik, Jawa Timur

Kasus kekerasan di sekolah juga pernah menimpa seorang guru di Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu tanggal 2 Februari 2019 lalu. Peristiwa yang terjadi di SMP PGRI Wringinanom Gresik, pun viral dan menuai respons dari berbagai pihak.

Berdasarkan keterangan sang siswa, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul 08.00 WIB ketika jam belajar mengajar berlangsung. Pada saat itu, siswa SMP tersebut melakukan tindakan tidak hormat dengan memegang kepala, mendorong, serta mencengkeram baju sang guru.

Saat ini, kejadian tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Selain itu, kasus tersebut juga berakhir dengan damai setelah sang siswa dan orang tuanya menyatakan permohonan maaf kepada sang guru.

3. Jakarta Timur

Pada 14 Januari 2020 lalu, seorang siswi SMPN 147 Jakarta, Cibubur, Jakarta Timur, berinisial SN meninggal dunia usai melompat dari lantai empat gedung sekolahnya. Sebelumnya, SN sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta. Namun, SN kemudian mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis, (116/1) sekitar pukul 16.15 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa yang terjadi pada sore hari tersebut diduga karena SN mengalami bullying oleh teman-temannya. Diketahui, sebelum melompat dari gedung sekolah, SN sempat mengirim pesan singkat kepada teman-teman sekolahnya. Namun, polisi masih menyelidiki motif dari kasus tersebut.

4. Malang, Jawa Timur

Seorang siswa SMPN 16 Kota Malang, Jawa Timur, berinisial MS (13), harus rela kehilangan jari tengah tangannya akibat mengalami kekerasan di sekolah. MS diduga menjadi korban kekerasan oleh teman sekolahnya pada 15 Januari 2020 lalu. Pada saat kejadian, MS diduga dibanting ke pohon lalu diduduki dan diinjak tangannya oleh teman-temannya.

Saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa 23 saksi dan menetapkan dua orang sebagai tersangka. Selain itu, pihak Pemerintah Kota Malang juga telah mencopot kepala dan wakil kepala sekolah SMPN 16 Kota Malang.

5. Purworejo, Jawa Tengah

Kekerasan di dunia pendidikan juga terjadi di Purworejo, Jawa Tengah, Seorang siswi SMP Muhammadiyah Butuh berinisial CA menjadi korban bully oleh tiga teman laki-lakinya. Video perundungan terhadap CA pun sempat viral di media sosial. Diketahui, CA mengalami kekerasan dari teman-temannya berupa pukulan dan tamparan, serta tendangan.

Peristiwa tersebut membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak tinggal diam. Ganjar lantas menghubungi pihak sekolah untuk segera menangani kasus tersebut. Saat ini, pihak Polres Purworejo telah menerima laporan dan tengah melakukan pendalaman kasus tersebut.

Itulah sederet kasus kekerasan dan pembullyan di sekolah Tanah Air.[]