Ekonomi

46.676 Wajib Pajak Ikut Program Pengungkapan Sukarela Per 20 Mei 2022

Terdapat 46.676 WP yang telah mengikuti PPS dengan 54.081 surat keterangan yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan.


46.676 Wajib Pajak Ikut Program Pengungkapan Sukarela Per 20 Mei 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan keterangan pers APBN KITA di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/5/2022). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan jumlah Pajak Peghasilan (PPh) yang terkumpul dari Program Pengungkapan Sukarela (PPS) hingga 20 Mei 2022 sudah terkumpul sebanyak Rp9,25 triliun.

“Jumlah harta bersih yang diungkap Rp91,6 triliun dan jumlah pajak yang kita terima dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh) Rp9,25 triliun,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pada keterangan tertulis, Selasa (24/5/22)

Ia menjelaskan, pengungkapan harta bersih wajib pajak (WP) senilai Rp91,6 triliun terdiri dari deklarasi harta dalam negeri dan repatriasi sebesar Rp79,21 triliun, kemudian deklarasi harta luar negeri sebesar Rp6,99 triliun, dan investasi dalam bentuk surat berharga negara (SBN) sebesar Rp5,4 triliun.

baca juga:

“Investasi yaitu berupa penempatan dalam Surat Berharga Negara (SBN) baik rupiah maupun dolar, serta dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN),” jelasnya.

Ani sapaan akrab Menteri Keuangan, mengatakan terdapat 46.676 WP yang telah mengikuti PPS dengan 54.081 surat keterangan yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan.

Kemudian dari sisi jumlah peserta, mayoritas peserta PPS memiliki harta kekayaan Rp1 miliar hingga Rp10 miliar sebanyak 19.003 WP. Sedangkan, peserta dengan harta kekayaan Rp10 miliar hingga Rp100 miliar sebanyak 14.742 WP.

"Jumlah peserta pengungkapan sukarela yang hartanya diungkap di atas Rp10 triliun itu hanya 7 WP,” paparnya.

Lebih lanjut, dilihat dari sisi komposisi WP yang mengikuti PPS, mayoritas peserta PPS orang pribadi berprofesi sebagai pegawai sebesar 45 persen, perdagangan besar dan eceran sejumlah 34 persen, serta jasa perorangan lainnya sebesar 8,8 persen.

“Ini merupakan tiga sektor paling dominan yang mengikuti Program Pengungkapan Sukarela,” ungkap Menkeu.