News

46 Orang Mengaku Disiksa Saat Mendekam di Lapas Pakem Yogyakarta

Tak semua dari 46 orang itu berstatus bebas


46 Orang Mengaku Disiksa Saat Mendekam di Lapas Pakem Yogyakarta
Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, Pakem, Sleman, Jumat (3/7/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Jumlah Mantan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang mengaku jadi korban penyiksaan oknum petugas di di Lapas Narkotika Klas II A Yogyakarta, Pakem, Sleman, terus bertambah. Terbaru, telah terdata hingga 46 orang.

"Sudah terdata 46 orang," kata Anggara Adiyaksa, selaku pendamping hukum para WBP saat dihubungi, Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, tak semua dari 46 orang itu berstatus bebas. Beberapa masih memakai hak cuti bersyarat (CB) mereka.

"Ada yang takut, trauma, kemarin ada datang lagi yang penuh bekas luka," sebut Anggara.

Anggara menyebut pihaknya berencana membawa kasus ini ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyusul adanya ancaman pencabutan hak CB lantaran para warga binaan dianggap membuat gaduh.

Jelasnya, Anggara cs sejauh ini telah melaporkan dugaan penyikaan oleh petugas Lapas Pakem ke Ombudsman DIY, serta Komnas HAM dengan mengantongi bukti-bukti yang ada.

"Nah untuk bukti-bukti yang lain karena itu termasuk sebetulnya tidak bisa dipublish jadi bukti itu nanti akan kami serahkan ke Komnas HAM dan Ombudsman supaya mereka bisa bergerak dengan istilahnya ini loh faktanya demikian. Jadi itu tidak bisa dibantah nanti," bebernya.

Anggara mengatakan, pihaknya turut mengapresiasi upaya Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY Budi Argap Situngkir dalam membantu mengusut peristiwa ini. Meski sebelumnya laporan telah beberapa kali tak ditindaklanjuti oleh Kantor Wilayah Kemenkumham DIY.

Harapannya, dugaan penyiksaan dari balik tembok jeruji ini bisa diusut tuntas dan tak dibiarkan berkelanjutan. Selain itu oknum yang terlibat dijatuhi sanksi sesuai prosedur.

"Harapan kami kan yang paling utama adalah penyiksaan ini dihentikan. Terlepas nanti oknum ini nanti diproses hukum atau bagaimana itu kami serahkan ke pihak Kakanwil Kemenkumham terutama," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah mantan WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, Pakem, Sleman mendatangi kantor Ombdusman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY, Sleman, Senin (1/11/2021). Mereka mengadukan dugaan penyiksaan yang dilakukan para oknum sipir selama mendekam di lapas.

Berbagai bentuk penyiksaan yang dialami mantan WBP, antara lain dipukul dengan potongan kayu, selang berisi cor-coran semen, bahkan torpedo sapi. Ia dan rekan-rekan sampai mengalami memar di sekujur tubuh. Kemudian dipaksa memakan muntahan serta masturbasi. 

Para mantan WBP juga mengaku berbagai hak para penghuni lapas  tidak terpenuhi. []