News

436 Pegawai KPK Positif Covid-19, 10 di Antaranya Meninggal

Kerja-kerja pemberantasan korupsi disesuaikan


436 Pegawai KPK Positif Covid-19, 10 di Antaranya Meninggal
Plt Jubir KPK Ali Fikri (ANTARA FOTO)

AKURAT.CO, Covid-19 ikut menyasar pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tercatat, 436 pegawai lembaga anti rasuah terpapar virus yang dideteksi pertama kali muncul di Wuhan, China, akhir Desember 2019 lalu itu.

"Kami mencatat sejak awal 2020 sampai dengan 31 Juli 2021, jumlah pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 436 orang. Khusus pada Kedeputian Penindakan berjumlah 141 orang," kata Plt Jurubicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Sepanjang Januari hingga Juli tahun 2021 ini, ujar Ali, ada 169 pegawai yang terpapar Covid-19. Sebanyak 41 pegawai yang terpapar berasal dari Kedeputian Penindakan.

"KPK juga mengalami duka yang mendalam karena selama kurun waktu 2020-2021, sebanyak 10 orang pegawai KPK meninggal dunia dan terakhir adalah penyidik KPK almarhum Kompol Ardian Rahayudi," ucap Ali.

Ia mengatakan upaya menyelamatkan insan KPK dari wabah Covid terus dilakukan. Saat ini beberapa pegawai KPK telah sembuh, namun masih ada 44 orang yang masih terpapar Covid. Empat orang di antaranya bahkan menjalani perawatan di rumah sakit.

Ali menegaskan dalam situasi pandemi dan keterbatasan personel, lembaganya memastikan pemberantasan korupsi tetap berjalan.

"Meski begitu, KPK tetap mengutamakan keselamatan jiwa insan KPK karena keselamatan jiwa merupakan hukum tertinggi, salus populi suprema lex esto, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," ucap Ali.

Ali mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak hampir pada seluruh aktivitas masyarakat, termasuk upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.

KPK, kata dia, menyesuaikan teknis pelaksanaan tugas-tugas pemberantasan korupsi melihat kasus positif Covid-19 yang masih relatif tinggi hampir di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali dialami beberapa pegawai KPK.

"Melihat kasus positif Covid-19 yang masih relatif tinggi hampir di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali yang menimpa beberapa pegawai KPK, mengharuskan kami menyesuaikan kondisi tersebut," ucap dia.

"Mari kita terus berdoa dan berupaya semoga teman-teman yang sedang sakit segera sehat, pandemi segera berlalu, dan negeri ini kembali pulih," tambahnya.

Selain kondisi internal, KPK juga mempertimbangkan kondisi eksternal karena upaya pemberantasan korupsi juga melibatkan pihak-pihak eksternal KPK. KPK meminimalisasi mobilitas pegawai turun langsung ke lapangan sehingga program kegiatan sebagian besar telah beralih ke daring.

"Meski dalam beberapa hal tetap butuh dilakukan temu fisik sehingga pelaksanaannya pun tak jarang terkendala," kata dia.

Ali mengatakan pada proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan suatu perkara, ada beberapa hal yang tetap membutuhkan tim KPK turun langsung ke lapangan, misalnya menghimpun keterangan dan alat bukti.

Selain itu, KPK tetap melakukan rangkaian sidang dakwaan, tuntutan, dan putusan yang sebagian telah beralih melalui daring.

"Kami juga tetap melakukan upaya-upaya penyelidikan dan penyidikan melalui case building guna mengungkap terangnya suatu perkara," ujar Ali.[]