Lifestyle

41 Persen Orang Tua Tidak Tahu Minat Bakat Anak

Dari responden ribuan ibu di Indonesia, ternyata 41% orang tua mengaku masih belum menemukan potensi serta arah minat dan bakat si kecil. 


41 Persen Orang Tua Tidak Tahu Minat Bakat Anak
Sejumlah anak bermain di RPTRA Mustika di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (17/5/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Setiap orang tua pasti ingin anak mereka menjadi berhasil dan memiliki masa depan yang cerah.

Salah satu yang biasanya dilakukan orang tua adalah dengan mencari minat dan bakat si kecil sejak dini agar kemudian dapat diasah untuk membantu si kecil mencapai mimpinya. 

Dalam perjalanan panjang seorang anak mewujudkan mimpinya, peran orang tua sebagai support system memegang peranan yang sangat penting, tetapi menemukan potensi anak sejak usia dini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi orang tua. 

baca juga:

Ini juga terbukti dari asurvey secara daring yang dilakukan oleh Lazada dan Babyologist pada bulan Juni 2022 dengan responden ribuan ibu di Indonesia, ternyata 41% orang tua mengaku masih belum menemukan potensi serta arah minat dan bakat si kecil. 

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah anak yang cenderung masih mengeksplorasi hal baru, kesulitan anak untuk fokus hingga mood anak yang seringkali berubah-ubah.  

Saskhya Aulia Prima selaku Psikolog Anak & Co-Founder TigaGenerasi menanggapi survey ini dan menyatakan bahwa mengenali bakat dan minat si kecil adalah tahapan awal yang bisa dilakukan orang tua untuk mengembangkan mimpi serta potensi anak. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengenali bakat dan minat tersebut. 

"Pertama, penting bagi setiap orang tua untuk terus mengamati dan observasi potensi anak, selanjutnya orang tua bisa mengajak si kecil untuk terus bereksplorasi dan berlatih secara konsisten, serta hadir dalam setiap proses latihan," jelas Saskhya dalam Webinar bertajuk "The Dreamland: Where Parenting and Dreams Come Together”, pada Kamis (23/6/2022).

"Selain itu, orang tua harus terus belajar dan mengetahui perkembangan zaman agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dari anak. Orang tua diharapkan mampu memupuk karakter anak untuk selalu adaptif dengan mimpi yang ingin ia capai, mengamati karakter si kecil dan yang terpenting bisa lebih sabar dalam menikmati prosesnya,” sambung Saskhya.

Tak hanya itu, berdasarkan hasil servey yang sama, sebanyak 61% orang tua mengakui mereka gemar mencari informasi dari para expert melalui webinar parenting, sosial media maupun sumber lainnya sebagai salah satu upaya dalam mengatasi tantangan ketika mengasah potensi serta minat dan bakat si kecil. 

Oleh karena itu, Lazada secara rutin menyelenggarakan seminar edukasi parenting, sehingga orang tua bisa secara langsung memperoleh informasi parenting dari para ahli di bidangnya. 

"Kali ini kami secara khusus mengangkat tema seputar bagaimana orang tua bisa menggali potensi dalam diri anak dan membantu mereka menjadi pribadi yang sukses dan mandiri di masa depan terutama karena perubahan jaman yang sangat cepat,” ungkap VP FMCG Lazada Indonesia, Lia Kurtz pada kesempatan yang sama.

“Sejak pertama kali kami menyelenggarakan seminar-seminar ini, pesertanya meningkat cukup signifikan. Kami juga memahami bahwa parenting adalah sebuah proses yang melalui berbagai tonggak dalam kehidupan anak maupun orangtuanya. Lazada ingin bisa selalu menjadi teman terbaik bagi orang tua dalam proses tersebut dan tentunya dengan menyuguhkan topik-topik yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan para orangtua,” tambah Lia.