News

400 Lebih Warga Filipina Menang Jackpot Lotre Rp61 Miliar, Anggota DPR Malah 'Sewot'

400 Lebih Warga Filipina Menang Jackpot Lotre Rp61 Miliar, Anggota DPR Malah 'Sewot'
Seorang warga yang menang lotre mengangkat cek hadiahnya (Philippine Charity Sweepstakes Office)

AKURAT.CO Lebih dari 400 orang telah diumumkan sebagai pemenang jackpot lotre senilai 236 juta peso (Rp61 miliar). Hasil ini menjadi rekor pemenang lotre terbanyak yang pernah terjadi di negara itu.

Sebagaimana diwartakan CNN, undian Grand Lotto yang dikelola pemerintah pada Sabtu (1/10) hanya bisa mengangkat alis, ketika jumlah pemenang lotre mencapai hingga 433 orang. Para pemenang ini bisa mengeklaim bagian dari hadiah utama, dengan masing-masing memperoleh 545 ribu peso (Rp141 juta). Adapun nomor pemenang adalah 9, 18, 27, 36, 45 dan 54, yang semuanya kelipatan sembilan. 

Namun, 'rezeki' untuk rakyat itu pada ujungnya dipertanyakan oleh Senat Filipina, yang merasa skeptis. Para anggota parlemen negara itu juga telah menuntut penyelidikan atas hasil undian tersebut.

baca juga:

"Ada kebutuhan mendesak bagi Kongres untuk melindungi dan memastikan integritas operasi Undian Lotere PCSO, mengingat kontribusi mereka terhadap kas pemerintah dan ekonomi. Kita juga harus menjaga harapan dan impian jutaan orang Filipina yang mendukung undian lotre setiap hari," kata Pemimpin Minoritas DPR Marcelino 'Nonoy' Libanan dalam resolusi yang diajukan di majelis rendah pada Selasa (4/10), menurut afiliasi CNN Filipina.

400 Lebih Warga Filipina Menang Jackpot Lotre Rp61Miiar, Anggota DPR Malah Sewot - Foto 1
 Warga di Kota Cebu membeli tiket lotre di salah satu dari banyak vendor lokal di Filipina- Matt Hunt/SOPA Images/LightRocket/Getty Images

Menurut situs resminya, lotre itu dikelola oleh Kantor Undian Amal Filipina (PCSO). Ini adalah badan pemerintah, berada di bawah Kantor Presiden, yang bertugas mengumpulkan dana untuk program kesehatan dan amal.

Namun, berbeda dengan DPR Filipina, PCSCO menganggap fenomena banyak pemenang sebagai hal yang wajar.

"Adalah hal yang wajar jika ada orang yang bertaruh pada angka yang sama dan banyak yang akan menang jika itu seri,” kata manajer umum PCSCO Mel Robles dalam konferensi pers pada Minggu.

Robles juga menambahkan bahwa berdasarkan identifikasi pemenang di media, harusnya 'tidak ada dasar' bagi kecurigaan tentang hasil tersebut.

"Itu seharusnya cukup untuk menyelesaikan masalah ini," ucapnya, selama briefing yang disiarkan televisi pada Selasa.

Di Filipina, perjudian menjadi hal yang populer, dan bahkan diatur oleh negara. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini telah mempertaruhkan klaim sebagai pusat perjudian teratas di kawasan, dengan kasino-kasino mewah Manila dan perusahaan judi lepas pantai bersaing dengan kantong China Macao dan Singapura. Mereka berlomba-lomba dalam bisnis tersebut, dan menargetkan kaum kelas menengah Asia yang sedang naik daun.

Mirip dengan lotre di Amerika Serikat, Eropa dan Australia, pemain Grand Lotto memilih enam nomor dari 1 hingga 55. Keenam nomor yang dipilih pemain harus sesuai dengan yang ditarik oleh operator lotre untuk memenangkan jackpot.

Pada Juli 2019, permainan lotre dihentikan sementara di Filipina ketika Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan penyelidikan korupsi.

Namun, hanya beberapa hari berselang, larangan lotre kemudian dicabut. Saat itu, juru bicara kepresidenan mengatakan permainan lotre yang dioperasikan dengan mesin kurang peka terhadap permainan curang, dibanding aktivitas permainan lainnya. []