News

40 Travel Gelap Ditilang Polisi di Bekasi


40 Travel Gelap Ditilang Polisi di Bekasi
Ratusan mobil travel gelap pengangkut pemudik yang disita polisi terparkir di lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/5/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan operasi khusus pada 8-10 Mei 2020 dan menangkap sebanyak 202 mobil travel gelap yang berupaya mengangkut pemudik keluar dari Jabodetabek.  (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, AKBP Rachmat Sumekar mengatakan, pihaknya menangkap 40 travel gelap dengan tujuan ke berbagai daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Minggu (17/5/2020) kemarin.

Dia mengatakan, travel gelap yang diamankan polisi hampir semua menggunakan plat nomor hitam atau tidak sesuai dengan standar dari Dinas Perhubungan.

"Itu pada hari Minggu kemarin dalam sehari, dari jam 12.00 sampai 19.00. Kita tangkap di jalan arteri Perbatasan Bekasi-Karawang, antara lain di Kalimalang dan Kedungwaringin dengan total penumpang 300 orang," ujar Rachmat, Senin (18/5/2020). 

Ia menginstruksikan jajarannya untuk menilang kendaraan travel gelap tersebut karena melanggar operasi tanpa trayek. Kebanyakan, travel gelap ini gunakan mobil Luxio, Gran Max, Elf, Hi Ace dan lainnya.

"Alasan mereka mudik itu karena ada yang tidak kerja lagi di sini, ada yang di PHK, kemudian pengen pulang," terangnya.

Tarif yang dikenakan para travel gelap ke penumpang cukup mencengangkan karena setiap orang yang ingin sampai di kampung halamannya harus membayar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu. 

"Kita menambah jumlah personel dari 25 personel menjadi 40 personel, itu per shift. Kemudian mendirikan pos di perbatasan. Kemudin juga kita melakukan patroli mengantisipasi kalau di jalan ada yang mencurigakan, mobil minibus itu kita berhentikan kemudian kita cek surat dan tujuannya ke mana," tandasnya.[]