News

4 Tragedi Dunia Akibat Gas Air Mata, Dilarang Digunakan dalam Perang sejak 1993

4 Tragedi Dunia Akibat Gas Air Mata, Dilarang Digunakan dalam Perang sejak 1993
Gas air mata ditengarai sebagai salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya kematian dalam tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10). (AFP)

AKURAT.CO Sabtu (1/10) menjadi hari paling kelam bagi dunia sepak bola Indonesia. Ratusan nyawa melayang setelah berakhirnya laga Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Salah satu faktor yang disalahkan atas terjadinya tragedi ini adalah tindakan aparat keamanan menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton. Sontak suporter dilanda kepanikan dan menyerbu pintu keluar. Nahas, tak sedikit suporter yang terhimpit, terinjak, hingga meregang nyawa saat berdesak-desakan.

Penggunaan gas air mata memang masih menjadi kontroversi di dunia. Alat pembubar massa ini juga pernah menyebabkan insiden lainnya.

baca juga:

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 4 tragedi dunia yang diakibatkan oleh gas air mata.

1. Pembantaian Enyobeni Tavern

Deretan Tragedi Dunia Akibat Gas Air Mata, Dilarang Digunakan dalam Perang sejak 1993 - Foto 1
ABC News

Sebanyak 17 remaja ditemukan tewas secara misterius di dalam kelab malam di Afrika Selatan pada 26 Juni 2022. Empat lainnya pun gagal diselamatkan saat dirawat di rumah sakit. Korban termuda bahkan masih berusia 13 tahun.

Menurut seorang saksi mata, gas air mata atau semprotan merica digunakan dalam tragedi ini. Sibongile Mtsewu mengaku sedang memesan minuman di kelab Enyobeni Tavern yang ramai. Tiba-tiba pintu ditutup dan sejumlah zat kimia dilepaskan ke udara.

"Tak ada jalan keluar. Tak ada celah untuk bernapas," ungkap pemuda 22 tahun ini.

Mtsewu mengaku ia pingsan setelah menghirup zat tersebut. Meski begitu, ia ingat dikelilingi mayat ketika saudaranya membangunkannya beberapa saat kemudian.