News

4 Tradisi Unik Isra Mikraj di Indonesia, Wujud Harmoni antara Agama dan Budaya


4 Tradisi Unik Isra Mikraj di Indonesia, Wujud Harmoni antara Agama dan Budaya
Tradisi Isra' mi'raj di Indonesia (flickr.com)

AKURAT.CO, Peristiwa agung yang tidak akan pernah terlupa oleh seluruh umat Islam adalah kejadian Isra Mikraj. Perjalanan jauh namun singkat itu dialami oleh nabi akhir zaman, Nabi Muhammad saw.

Dalam peristiwa itulah Nabi Muhammad saw yang diterbangkan ke langit ketujuh mendapat perintah salat sebagai kewajiban setiap muslim. Dari yang semula diperintahkan 50 waktu, lalu ditawar dan akhirnya menjadi 5 waktu sehari semalam.

Atas kebesaran Allah yang ditunjukkan tersebut, umat Islam terlebih di Indonesia selalu memperingati Isra Mikraj setiap tahunnya. Pada tahun 2020 ini, Isra Mikraj jatuh pada Minggu (22/3).

Di berbagai daerah di tanah air, ada beberapa tradisi unik peringatan Isra Mikraj yang menjadi bukti keharmonisan antara budaya nusantara dan agama.

Berikut adalah beberapa cara masyarakat Indonesia memperingati Isra Mikraj:

1. Peksi Burak (Yogyakarta)

Sebagai daerah yang masih menjaga nilai-nilai budaya, Yogyakarta selalu mengadakan peringatan Isra Mikraj bernama Peksi Burak.

Sesuai namanya, tradisi ini dilengkapi dengan arak-arakan gunungan buah yang dibentuk menyerupai burung (peksi) burak. Burak sendiri merupakan kendaraan gaib yang dipakai Nabi saw ketika Isra Mikraj.

2. Khataman kitab Arjo (Temanggung, Jawa Tengah)

Di Temanggung, Jawa Tengah, ketika peringatan Isra Mikraj terdapat tradisi unik yakni mengkhatamkan kitab Arjo. Kitab tersebut dibacakan oleh sesepuh atau kiai yang kemudian dihadiri oleh masyarakat lalu dibacakanlah isi kitab tersebut tentang peristiwa Isra Mikraj.

3. Pawai obor (Bandung, Jawa Barat)

Di Bandung, Jawa Barat, masyarakat setempat memiliki tradisi unik dalam memperingati Isra Mikraj. Tradisi tersebut bernama pawai obor yang biasanya dimulai dari Taman Tegalega.

4. Nganggung (Bangka Belitung)

Pada tradisi unik bernama Nganggung ini, semua masyarakat akan menyiapkan aneka makanan mulai dari nasi, lauk pauk lengkap, buah-buahan, dan aneka kue untuk kemudian dimakan bersama.

Banyaknya makanan yang dinikmati bersama tersebut sebagai wujud rasa syukur atas nikmat rezeki dari Allah Swt.

Wallahu a'lam.[]