Lifestyle

4 Tips Membuat Konten Food Photography, Dijamin Hasil Maksimal

Food photography adalah area fotografi yang berfokus pada makanan sebagai subjek utama. Intinya adalah menyampaikan pesan melalui foto makanan.


4 Tips Membuat Konten Food Photography, Dijamin Hasil Maksimal
Ilustrasi - Tips membuat konten food photography (Unsplash/Brooke Lark)

AKURAT.CO Food photography (fotografi makanan) belakangan populer di media sosial dan sangat diminati oleh warganet. Tak heran jika banyak orang membuat konten berupa foto-foto makanan. Adapun food photography adalah area fotografi yang berfokus pada makanan sebagai subjek utama. Intinya adalah menyampaikan pesan melalui foto makanan. 

Di tengah maraknya konten foto makanan, food photographer Silva Sandiarini membagikan beberapa tips  untuk membuat konten food photography/videography yang baik, dalam acara BincangShopee bertema tema “Gugah Selera lewat Kreasi Konten Makanan, dikutip AKURAT.CO, Jumat (1/7/2022).

Persiapkan peralatan yang dibutuhkan

baca juga:

 Untuk hasil visual maksimal, kamu disarankan untuk menggunakan kamera profesional dengan lensa yang tidak terlalu wide seperti 50mm, 85mm serta 105mm. Jika tidak memiliki kamera profesional. kamu bisa memanfaatkan smartphone yang dilengkapi dengan kamera memadai. 

Untuk membuat hasil foto yang menarik, kamu tidak boleh hanya mengandalkan kamera saja. Lengkapi dengan sejumlah peralatan tambahan seperti tripleks dan karton putih untuk latar belakang foto, serta barang-barang lain sebagai properti pendukung. 

Jangan lupa untuk menggunakan tripod sebagai penopang kamera atau smartphone agar hasil foto tetap stabil.

Teknik pencahayaan yang sesuai

Selain kamera yang memadai, pencahayaan juga merupakan faktor penting  untuk mendapatkan hasil visual yang baik. Silva menyarankan untuk  menggunakan teknik Artificial Lighting dan/atau Natural Lighting.

Teknik Natural Lighting paling mudah digunakan karena memanfaatkan cahaya alami seperti matahari. Jika tidak memungkinkan untuk mendapatkan cahaya alami, kamu bisa menggunakan Artificial Lighting atau cahaya tambahan.

Posisi cahaya juga ikut mempengaruhi visual, serta tone dan mood dari foto yang dihasilkan. Untuk menciptakan nuansa visual dimana bayangan foto tidak menyeluruh, kamu bisa meletakkan pencahayaan dari samping objek atau side light.

Teknik pencahayaan dari belakang objek atau rim light maupun cahaya dari 3/4 objek atau oval light juga bisa digunakan. Intinya, sesuaikan dengan nuansa yang diinginkan.

Sudut pengambilan gambar (angle)

Cermati bagian makanan apa yang hendak ditonjolkan. Untuk hal ini, kamu harus mengatur sudut pengambilan atau angle gambar. Meski terlihat sepele, ini mampu membuat fotomu terlihat sangat menarik hingga bisa menarik orang lain untuk mencoba makanan tersebut. 

Sudut pengambilan gambar terbaik untuk makanan adalah dari sudut nol derajat, 10 sampai 20 derajat, 45 derajat, dan 90 derajat maupun dari sudut sejajar mata atau eye-level.

Plating dan manfaatkan properti pendukung

Terakhir, Gunakan properti pendukung untuk membuat hasil visual yang memanjakan mata. Beberapa contoh properti pelengkap yang bisa digunakan adalah piring, peralatan makanan seperti garpu dan sendok, cut board kayu, dan lain sebagainya

Dengan teknik food styling yang tepat, kamu bisa mendapatkan hasil visual maksimal. Untuk itu, pahami dulu apa objek makanannya, kemudian gunakan properti yang sesuai dengan jenis makanan.