Ekonomi

4 Tips Atur Finansial Saat Ramadan, Biar Tak Boncos 

4 Tips Atur Finansial Saat Ramadan, Biar Tak Boncos 
Ilustrasi: tips mengatur finansial saat bulan Ramadan (Sequis )

AKURAT.CO Saat bulan Ramadan, selain beribadah, momen lain yang sangat berkesan adalah buka puasa bersama, kumpul keluarga, serta mempersiapkan Hari Raya. Tentunya, semua aktivitas tersebut membutuhkan biaya lebih dari biasanya.

 Faculty Head of Sequis Training Academy of Excellence Samuji berbagi tips finansial agar tetap dapat menikmati momen bulan Ramadan dengan rasa tenang tanpa perlu takut mengganggu rencana keuangan masa depan.

Disiplin Jalankan Perencanaan Keuangan 

Saat pendapatan atau gaji bulanan diterima, selalu susun perencanaan keuangan dengan disiplin, usahakan sisihkan setidaknya 30 persen dari total gaji untuk ditabung, dan segera bayar tagihan dan utang. Kemudian sisanya dapat dibagi untuk pengeluaran lain serta dana darurat.

baca juga:

Khusus untuk dana darurat, bagi yang masih single, jumlah yang perlu dipersiapkan minimal sebesar tiga kali dari rata-rata pengeluaran bulanan. 

Misalnya, pengeluaran rata-rata bulanan Rp3 juta berarti dana darurat yang dipersiapkan minimal Rp9 juta sedangkan jika sudah menikah tapi belum memiliki anak maka jumlah dana yang harus dipersiapkan minimal sebesar lima kali dari rata-rata pengeluaran bulanan. Ketika kelak sudah memiliki anak dan jumlah tanggungan lebih banyak maka jumlah dana darurat harus ditingkatkan. 

Mempersiapkan dana darurat penting untuk berjaga-jaga jika terjadi risiko hilangnya pendapatan seperti PHK, Anda dan keluarga masih bisa bertahan "beberapa" bulan ke depan.

Samuji mengatakan untuk menyiapkannya, bisa dicicil sedikit demi sedikit misalnya 2-3 persen dari pendapatan dan bisa dipersiapkan dalam rekening terpisah. Semakin besar pendapatan yang bisa disisihkan tentu akan makin cepat dana darurat terkumpul sebesar yang dibutuhkan. 

Pun ketika mendapat bonus, komisi, atau THR jangan sampai terlena saat melihat barang diskon atau promo yang sering kali ditawarkan saat hari besar, seperti Ramadan dan Idul Fitri.  

Anda bisa memindahkan sebagian dana tambahan tersebut ke dalam rekening dana darurat.

Pisahkan Pengeluaran Buka Bersama di Bulan Ramadan

Undangan buka puasa bersama sekaligus ajang reuni tentu menyenangkan tapi waspada karena pengeluaran bisa saja membengkak. Apalagi jika buka bersama diadakan di restoran dan Anda harus menghadiri beberapa acara serupa selama bulan Ramadan. 

Agar undangan buka bersama bisa Anda hadiri maka siapkan dana khusus dari pos dana pengeluaran rutin selama beberapa bulan sebelum bulan puasa.

“Demi menjaga tali silaturahmi, berbuka puasa bersama tentu akan menjadi salah satu agenda di bulan Ramadan. Sebaiknya sejak awal tetapkan berapa kali Anda akan mengikuti acara buka bersama, misalnya seminggu sekali saja. Dananya dapat disiapkan satu hingga dua bulan sebelumnya sehingga pengeluaran selama bulan Ramadan masih bisa terjaga dan menekan biaya tak terduga saat bulan puasa,” jelas Samuji. 

Susun Anggaran Khusus Ramadan Lainnya dengan Detail 

Saat bulan Ramadan biasanya ada beberapa hal lain yang perlu dianggarkan seperti zakat fitrah, berbagi takjil, baju lebaran, bingkisan lebaran, biaya mudik dan lain sebagainya. Biasanya pengeluaran-pengeluaran ini akan membuat struktur anggaran menjadi berbeda dari bulan-bulan biasanya.

Untuk itu, pisahkan kebutuhan bulan Ramadan dari anggaran rutin kemudian detailkan apa saja kebutuhannya, mana yang wajib, adakah yang bisa ditunda, atau adakah kemungkinan sharing biaya bersama teman atau anggota keluarga lainnya. 

Menu dan biaya untuk konsumsi selama bulan Ramadan sebaiknya dianggarkan dan didetailkan keperluannya selama sebulan. Menyiapkan menu sendiri akan lebih murah, higienis dan terpenuhi dari unsur gizi. 

"Selanjutnya untuk kebiasaan lain, seperti kirim bingkisan lebaran atau berbagi takjil bisa dipertimbangkan kemungkinan untuk sharing biaya dengan keluarga atau teman, untuk baju lebaran bisa memadupadankan dari koleksi baju-baju lama atau jika harus membeli pertimbangkan berdasarkan kenyamanan dan kemampuan finansial bukan karena merek terkenal,” tutur Samuji. 

Mudik untuk merayakan hari raya dengan keluarga di kampung halaman sudah menjadi kebiasaan banyak umat muslim. Persiapkan bujetnya jauh-jauh hari, jangan memutuskan untuk mudik atau libur secara mendadak agar biaya mudik tidak mengganggu pos anggaran lainnya.

“Hindari mudik dengan berutang kartu kredit karena akan membuat masalah baru pada bulan-bulan berikutnya karena harus melunasi utang beserta bunganya atau kebutuhan lain menjadi tertunda pemenuhannya," pesan dia. 

Dana mudik bisa diambil dari anggaran liburan atau sedikit mengurangi alokasi dana untuk investasi di satu bulan sebelumnya.

Perlu Punya Asuransi Kesehatan

Makan bebas saat buka puasa dan Idul Fitri atau kelelahan selama mudik kerap menimbulkan gangguan kesehatan. Jika kondisi tidak bisa diatasi sendiri dan harus menjalani rawat inap maka ada risiko pengeluaran yang lebih besar untuk biaya pengobatan. Di sinilah pentingnya peranan dan manfaat asuransi kesehatan.

“Dengan memiliki asuransi kesehatan akan membantu mengatasi persoalan biaya pengobatan selama di rumah sakit sehingga tidak akan mengganggu kondisi keuangan, dapat tetap memenuhi kebutuhan lainnya, dan bisa menikmati libur Idul Fitri dengan tenang,” tutup Samuji.[]