News

4 Terdakwa Korupsi Tanah di Munjul Segera Disidang

Empat terdakwa perkara dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur, DKI Jakarta pada 2019 siap disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta.


4 Terdakwa Korupsi Tanah di Munjul Segera Disidang
Suasana sidang Tipikor di Jakarta Pusat (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Empat terdakwa perkara dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur, DKI Jakarta pada 2019 siap disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Pada Kamis (21/10/2021), berkas keempat terdakwa telah dilimpahkan ke pengadilan. Empat terdakwa tersebut adalah Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtuwene, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar, dan perusahaan PT Adonara Propertindo.

"Jaksa KPK Putra Iskandar telah melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan terdakwa Anja Runtuwene, terdakwa Rudi Hartono Iskandar dan terdakwa Tommy Adrian serta terdakwa korporasi PT Adonara Propertindo ke Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Selanjutnya menunggu penetapan penunjukkan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Untuk penahanan saat ini menjadi kewenangan Hakim Pengadilan Tipikor.

Sementara itu mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC), perkaranya telah disidangkan di Pengadilan Tipikor.

Diketahui, dalam kasus ini, berawal saat PT Sarana Jaya yang bergerak di bidang properti tanah dan bangunan mencari tanah di Jakarta yang akan dijadikan unit bisnis ataupun bank tanah.

Pada 4 Maret 2019, Anja bersama-sama Tommy dan Rudy menawarkan tanah di Munjul seluas lebih kurang 4,2 hektare kepada pihak Sarana Jaya.

Akan tetapi, saat itu kepemilikan tanah tersebut masih sepenuhnya milik Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Carolus Boromeus.

Anja dan Tommy lalu bertemu dengan Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus di Yogyakarta, kemudian disepakati ada pembelian tanah di Munjul dan disepakati harga tanah adalah Rp2,5 juta per meter sehingga total harga tersebut Rp104,8 miliar.