Tech

4 Hal yang Bikin Timing Chain Motor Kendur

Timing chain yang kendur, akan memunculkan suara dari mesin yang terdengar cukup berisik.


4 Hal yang Bikin Timing Chain Motor Kendur
Ilustrasi - Timing chain sepeda motor. (suzuki.co.id)

AKURAT.CO, Rantai keteng atau disebut dengan rantai kamrat atau timing chain memiliki ukuran yang cukup kecil jika dibandingkan dengan rantai motor.

Layaknya komponen motor lainnya, timing chain juga bisa mengalami kerusakan akibat penggunaan sepeda motor.

Komponen yang menggerakan noken as ini bekerja untuk membuka tutup klep saat pembakaran.

baca juga:

Ketika timing chain yang rusak, maka proses pembakaran akan terganggu. Oleh karenanya, sebagai pemilik kendaraan, kamu tidak boleh membiarkan kerusakan terjadi terlalu lama jika tidak ingin menyebabkan kerusakan yang lebih parah menimpa motor kesayangan.

Sebelum kerusakan semakin parah, biasanya motor akan menunjukkan tanda-tanda jika ada yang tidak beres, seperti ketika timing chain mulai kendur, maka akan memunculkan suara dari mesin yang terdengar cukup berisik.

Hal tersebut tentunya akan mengganggu kenyamanan berkendara dan membuat keamanan jadi berkurang.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor yang menyebabkan timing chain menjadi kendur.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan komponen yang satu ini kendur. Apa saja itu? Melansir dari laman resmi Suzuki, berikut ini penyebab timing chain kendur yang wajib pengendara ketahui.

1. Usia rantai sudah lama

Setiap komponen kendaraan memiliki masa pakainya masing-masing. Ada yang masa pakainya pendek dan ada juga yang panjang. Khusus timing chain, memiliki masa pakai yang cukup lama, yaitu 5 tahun. 

Masa pakai ini tidak jauh berbeda dengan rantai motor. Kerusakan akibat masa pakai ini bisa dikarenakan komponen yang memuai kemudian menyusut terus-menerus.

Apalagi area pada komponen ini dekat dengan ruang bakar, sehingga sering bersuhu panas. Ketika digunakan rantai akan terus-menerus bekerja melalui roda gigi jadi gesekan pun terjadi. 

Tentu saja dilihat dari cara kerjanya tersebut, tidak heran jika sudah usai 5 tahun, maka timing chain memulai kendor karena aus.

Maka dari itu, jika kamu sudah memiliki kendaraan lebih dari usia tersebut, maka harus bersiap untuk mengganti komponennya. 

2. Melemahnya tensioner 

Jika motor kamu termasuk usianya masih baru, tapi timing chain sudah kendur, maka penyebabnya bisa disebabkan karena melemahnya tensioner.

Tensioner adalah komponen yang mengatur ketegangan pada timing chain. 

Apabila mengalami hal ini, sebagai bawa motor ke bengkel terdekat. Dengan begitu, teknisi akan mengecek bagian tensioner ini untuk bisa mengatur ketegangan rantai secara ulang.

Namun, jika setelah disetel ternyata rantai tetap kendur, bisa jadi tensioner harus diganti dengan yang baru. 

3. Jarang ganti oli 

Kebiasaan jarang ganti oli, juga bisa memengaruhi kinerja dari timing chain. Padahal, kinerja rantai akan jauh lebih baik jika terdapat pelumas. 

Tanpa oli yang berkualitas baik, timing chain akan bekerja terlalu keras dan mempercepat keausan.

Bahkan, bukan hanya timing saja yang rusak, piston juga berpotensi rusak berat. 

Penggantian oli motor sendiri tidaklah sulit dan bisa dilakukan di bengkel resmi terdekat. Kamu hanya perlu menggantinya setiap 2.000 hingga 3.000 km.

Oleh karenanya, jika tidak ingin komponen motor cepat rusak, kamu perlu rutin mengganti oli. 

4. Cara berkendara yang kasar

Penyebab kendurnya timing chain lainnya juga bisa berasal dari cara kamu berkendara selama ini. Gaya berkendara yang kasar seperti sering geber-geber gas sebenarnya dilarang dilakukan. 

Pasal, pada saat kamu menarik gas mendadak dan terus-menerus maka rantai keteng dipaksa bekerja keras.

Perputaran yang terlalu cepat dan mendadak ini akan membuat rantai menjadi kendor. 

Bukan hanya itu, jika kamu sering kasar menggunakan kendaraan, kerusakan pada bagian pembakaran juga tidak bisa dihindari. Padahal untuk mencegah kerusakan, kamu hanya perlu menarik gas secara perlahan saja.[]