News

4 Golongan Najis Menurut Imam Nawawi, Berdasarkan Aspek Dimaafkan atau Tidaknya


4 Golongan Najis Menurut Imam Nawawi, Berdasarkan Aspek Dimaafkan atau Tidaknya
Ilustrasi kotoran ayam sebagai suatu benda yang tergolong najis (pixabay.com)

AKURAT.CO, Benda-benda najis sudah harus dipahami setiap muslim karena jika sembrono memperlakukannya maka akan berakibat fatal. Misalnya, ketika seseorang tidak membersihkan diri dari air kencing sampai benar-benar bersih, maka ketika ia salat bisa tidak sah.

Meski demikian, dalam mazhab Syafi'i, benda-benda najis tersebut masih dikelompokkan menjadi beberapa macam, ditinjau dari dimaafkan atau tidak.

Imam Nawawi dalam kitab Kasyifatus Saja menjabarkan benda najis tersebut ke dalam empat golongan.

1. Najis yang mutlak tidak dimaafkan

Najis jenis ini tidak dimaafkan baik ketika mengenai pakaian maupun ketika mengenai air. Benda-benda najis ini sudah mafhum dikenal secara umum oleh masyarakat, seperti air kencing, kotoran manusia atau binatang, darah, bangkai dan lain sebagainya.

Apabila benda-benda tersebut mengenai pakaian, maka pakaiannya tidak boleh digunakan untuk beribadah. Sedangkan ketika benda-benda tersebut mengenai air, maka airnya tidak bisa digunakan untuk bersuci.

2. Najis yang dimaafkan baik ketika mengenai air maupun ketika mengenai pakaian

Najis golongan ini merupakan najis yang sangat kecil dan tidak terlihat oleh mata normal. Sebagai contoh, cipratan air kencing yang sangat kecil dan tidak terlihat mata kita mengenai celana atau pakaian lain yang dikenakan.

Apabila pakaian ini digunakan untuk salat, maka salatnya dianggap sah karena najis yang mengenai pakaiannya termasuk golongan najis yang dimaafkan.

3. Najis yang dimaafkan ketika mengenai pakaian, namun tidak dimaafkan ketika mengenai air

Contoh najis jenis ini adalah tetesan darah yang mengenai pakaian maka dimaafkan, tetapi apabila mengenai air maka tidak dimaafkan. Dengan catatan, air yang terkena tetesan darah tersebut tidak dimaafkan najisnya bila kurang dari dua qullah meski tetesan darah tidak mengubah air sedikit pun. Tetapi, air yang lebih dari dua qullah bisa menjadi najis apabila ada sifatnya yang berubah karena tetesan darah tersebut.

Dituturkan Ustaz Ahmad Sarwat, Lc., M.A., ukuran 2 qullah itu jika dikonversi ke besaran internasional saat ini, setara dengan 270 liter. Hal itu berdasarkan penjelasan Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu.

4. Najis yang dimaafkan ketika mengenai air, namun tidak dimaafkan ketika mengenai pakaian

Najis jenis ini contohnya adalah bangkai binatang yang tidak memiliki darah pada saat hidupnya seperti nyamuk, kecoa, semut, kutu rambut dan lain sebagainya. Bangkai binatang tersebut apabila mengenai air dimaafkan najisnya, namun bila mengenai pakaian maka tidak dimaafkan najisnya.

Di atas, adalah penggolongan jenis najis menurut Imam Nawawi dilihat dari aspek dimaafkan atau tidaknya.

Wallahu a'lam.[]