Ekonomi

4 Fokus OJK Dalam Roadmap Inovasi Digitalisasi Sektor Keuangan

Bos OJK Wimboh paparkan 4 fokus roadmap inovasi keuangan digital 2020-2024


4 Fokus OJK Dalam Roadmap Inovasi Digitalisasi Sektor Keuangan
Ilustrasi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mendukung sinergi akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu, OJK telah menerbitkan roadmap inovasi keuangan digital 2020-2024.

 "Dalam roadmap ini, kami menyadari adanya digitalisasi keuangan ekonomi digital tidak bisa dihindari, tidak ada jalan lain kecuali mengikuti dan mendalami. Kami harus mengatur dan mengarahkan regulasi itu principal based, namun kita harus mengarahkan agar sektor keuangan kita tetap stabil karena kalau tidak, distorsinya besar sekali," ujarnya dalam pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) serta Peluncuran Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Jakarta, Senin (5/4/2021).

Ia pun menyebutkan fokus pertama OJK dalam roadmap itu yakni mengarahkan agar sektor keuangan tetap stabil.

" Kami sangat concern bagaimana perkembangan produk digital baik di keuangan maupun non keuangan. Kami sangat concern bagaimana masyarakat terpenuhi kebutuhannya, dan mendapat keuntungan paling banyak dalam mengakuisisi produk digital tersebut," ungkapnya.

Kedua, bagaimana agar sektor keuangan digital dapat memberikan kontribusi dan memberdayakan masyarakat. UKM juga diharapkan dapat mendapatkan keuntungan maksimal dari digitalisasi.

Ketiga, OJK ingin agar road map inovasi keuangan digital dapat menjangkau masyarakat luas, termasuk daerah terpencil yang pada saat ini secara fisik sulit untuk diakses. Melalui digital, masyarakat akan dilayani dengan berbagai produk keuangan dan bermanfaat untuk meningkatkan inklusi keuangan.

" Keempat, digitalisasi ini harus berada dalam koridor environment standard. Kita harus comply terhadap ESG, ini sangat penting karena seluruh dunia juga concern terhadap hal ini," lanjutnya.

Wimboh Santoso menambahkan, berbagai prinsip ini bisa dilakukan kalau ada infrastruktur yang lengkap, tentunya dengan melakukan kolaborasi.

"Misalnya di literasi dan edukasi konsumer, lalu develop big data, lalu regulasi disinergikan, financing juga program kita kembangkan serta digital ecosystem," tukas Wimboh.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu