News

4 Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua, Bharada E Jadi Tersangka

Bharada E ditetapkan sebagai tersangka atas kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J.


4 Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua, Bharada E Jadi Tersangka
4 Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua, Bharada E Jadi Tersangka (Freepik/senivpetro)

AKURAT.CO Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih terus bergulir hingga saat ini. Hampir satu bulan lamanya polisi terus mencari siapa yang membunuh Brigadir J. Hingga akhirnya Bharada Richard Elezier atau Bharada E akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. 

Pengembangan kasus penembakan polisi dengan polisi ini juga terus dilakukan. Peristiwa yang menewaskan Brigadir J itu terjadi pada Jumat (8/7) di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang berada di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Dari keterangan kronologi yang disampaikan oleh tim kepolisian disebabkan karena Brigadir J diduga melakukan pelecehan terharap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawati. 

Dari situ awal mula terjadi baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir J yang berakhir dengan tewasnya Brigadir J. Namun hingga saat ini hal kematian Brigadir J masih menjadi misteri.

baca juga:

Berikut sederet fakta terbaru mengenai kasus penembakan Brigadir J. 

1. Bharada E ditetapkan sebagai tersangka 

Bharada Richard Elezier alias Bharada E ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Penetapan tersebut disampaikan oleh Direktur Tindak Pidanda Umum Badan Reserse Kriminal Polri Brigjen Andi Rian. 

"Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan, saksi sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka," kata Rian dalam jumpa pers di Mabes Polri pada Rabu (3/8/2022). 

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bharada E selanjutnya akan segera ditahan.

"Bharada E sekarang ada di Bareskrim, setelah ditetapkan tersangka tentu akan dilanjutkan dengan pemeriksaan sebagai tersangka, dan langsung akan kita tangkap dan akan lansgung ditahan," terang Rian.  

2. Motif pembunuhan bukan untuk membela diri 

Lebih lanjut Andi Rian juga menyampaikan jika motif penembakan oleh Bharada E terhadap Brigadir J bukan untuk membela diri. Hal itu membuat Bharada E dijerat Pasal 338 KUHP Junto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang Pembunuhan. 

"(Bharada E) ini bukan bela diri," ucap Rian. 

Bharada E pun terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

3. Ferdy Sambo diperiksa 

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan nonaktif Irjena Ferdy Sambo dikabarkan menjalani pemeriksaan pada Kamis (4/8/2022) yang dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB pagi tadi. Ia diperiksa sebagai saksi kasus penembakan Brigadir J. Pemeriksaan Ferdy dilakukan oleh tim khusus (timsus) yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

4. Pernyataan kuasa hukum keluarga Brigadir J 

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan jika Brigadir J tidak hanya mengalami luka tembak, melainkan ada luka lain yang ada di tubuhnya. 

"Diluar dari 4 peluru ini atau yang diduga tembus karena peluru ini kan banyak lagi luka lain yaitu, luka di bawah mata beberapa sayatan, di atas (alis), kemudian luka terbuka di bahu, kemudian memar lebam di kanan kiri tulang rusuk, kemudian tangan patah jari-jari dipatahin, sama luka terbuka di jari manis, di kaki, di lipatan kaki, kemudian di bawah pergelangan kaki, ada juga pankreas diduga hilang," kata Kamaruddin kepada awak media. 

Selain itu Kamaruddin menanyakan keberadaan ponsel milik Brigadir J dan pakaian yang dikenakan oleh Brigadir J saat kejadian hingga saat ini masih menjadi teka-teki. Menurut Kamaruddin pakaian milik Brigadir J bisa dijadikan sebagai barang bukti. Ia juga menduga jika barang-barang tersebut sudah dikuasai penyidik. 

Itu dia beberapa fakta terbaru mengenai kasus pembunuhan yang mengakibatkan kematian Brigadir J. []