News

4 Fakta Terbaru Gempa Cianjur, Korban Jiwa 162 Orang hingga Jawa Barat Siaga Satu Bencana

4 Fakta Terbaru Gempa Cianjur, Korban Jiwa 162 Orang hingga Jawa Barat Siaga Satu Bencana
Korban gempa menjalani perawatan di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga pukul 19.34 WIB sebanyak 62 warga menjadi korban meninggal dunia dan 25 orang tercatat masih tertimbun reruntuhan akibat gempa dengan kekuatan 5,6 SR di Kabupaten Cianjur. AKURAT.CO/Endra Prakoso (Endra Prakoso)

AKURAT.CO Gempa dengan magnitudo (M) 5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB. Dilaporkan jika kondisi Cianjur menjadi titik pusat gempa. Berdasarkan laporan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika bahwa gempa berada di 10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur, kedalaman 10 km. 

BMKG juga menyebutkan jika gempa tidak berpotensi tsunami. Meski demikian gempa Cianjur ini bersifat merusak. Tingkat kerusakan yang disebabkan gempa masuk dalam kategori berat hingga sedang. Menurut Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan rata-rata 90 persen rumah alami rusak sedang. 

Gempa dengan titik pusat di Cianjur ini bahkan dirasakan oleh warga di sekitaran Jakarta, Tangerang, Bekasi, hingga Bogor. Hal tersebut pun lantas membuat masyarakat panik hingga berhamburan keluar dari dalam gedung dan menyelamatkan diri. 

baca juga:

Berikut sederet fakta terbaru mengenai gempa Cianjur yang telah dihimpun Akurat.co dari berbagai sumber. 

1. Korban jiwa mencapai 162 orang 

Dilansir dari laporan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, per jam 21.00 WIB sebanyak 162 meninggal dunia akibat gempa di Cianjur. Hal itu ia jelaskan melalui unggahannya di akun Twitter pribadinya. 

"Data terakhir per jam 21.00, dari call center BPBD Cianjur, korban bertambah di mana yang meninggal dunia 162 jiwa, 326 luka berat/ringan," tulis Ridwan Kamil dalam akun Twitternya.  

Ia juga menambahkan jika aliran listrik baru 20 persen menyala dan membutuhkan waktu hingga 3 hari untuk kembali normal. Sinyal seluler juga banyak mengalami kendala. 

Rumah sakit darurat kini sudah dibangun untuk menangani pasien korban gempa, dan beberapa relawan serta petugas terkait membersihkan longsor yang menutup jalan, serta mempersiapkan tenda-tenda pengungsian dan dapur umum. 

Korban luka juga saat ini banyak menjalanii perawatan di beberapa rumah sakit di wilayah Kabupaten Cianjur.