News

4 Fakta Seputar Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Dugaan Human Trafficking Hingga Perbudakan

Keberadaan kerangkeng mirip penjara di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin, masih menyisakan banyak pertanyaan.


AKURAT.CO Keberadaan kerangkeng mirip penjara di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin, masih menyisakan banyak pertanyaan.

Terutama soal fungsi dari kerangkeng yang seolah terjadi praktik perbudakan di kediamannya. Keberadaan Kerangkeng itu terungkap saat KPK menggeledah kediamannya terkait gelaran OTT.

1. Sudah Ada Sejak tahun 2012

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, keberadaan bangunan mirip penjara itu sudah ada sejak tahun 2012. Di mana, terdapat 2 bangunan mirip penjara. Saat penggeledahan oleh KPK itu, kerangkeng itu dalam kondisi terisi. Setidaknya, terdapat 27 orang yang berada di dalam bangunan mirip penjara tersebut. 

2. Disebut Untuk Rehabilitasi

Berdasarkan pendalaman sementara kerangkeng itu dipergunakan untuk rehabilitasi para pecandu narkoba. Hanya saja, perihal itu masih ditelusuri kebenarannya. Kombes Hadi mengatakan, sampai saat ini keberadaan rehabilitasi narkoba yang disebut Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin belum memiliki izin. 

3. Dugaan Human Trafficking

Mabes Polri pun turun tangan atas temuan kerangke ini. Atensi pendalaman pun diberikan untuk mengusut tuntas keberadaan kerangkeng mirip penjara tersebut. Bahkan, Polri juga akan mendalami ada tidaknya kaitan dengan human trafficking. Sebab, banyak kabar simpang siur perihal tersebut.

4. Adanya Dugaan Perbudakan

Komnas HAM akan mengirim tim ke Kabupaten Langkat untuk menginvestigasi keberadaan kerangkeng manusia tersebut. Hal ini dikarenakan adanya laporan jika Terbit Rencana diduga mengurung 40 pekerja sawit di dalam kerangkeng yang bentuknya seperti penjara.

Video Editor: Taufik Hidayatulloh