News

4 Fakta Penting Hilmar Farid, Jadi Sorotan Soal Kamus Sejarah Indonesia Jilid I

Hilmar Farid, tengah menjadi sorotan publik terkait isu draf naskah buku 'Kamus Sejarah Jilid I'


4 Fakta Penting Hilmar Farid, Jadi Sorotan Soal Kamus Sejarah Indonesia Jilid I
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid ditemui di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (10/10. (AKURAT.CO/Intan Widiasih)

AKURAT.CO, Belakangan ini, sosok Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, tengah menjadi sorotan publik terkait isu draf naskah buku 'Kamus Sejarah Jilid I'. Diketahui, buku terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut jadi perdebatan karena tidak mencantumkan nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari.

Melalui keterangan secara virtualnya, Hilmar menegaskan bahwa tidak adanya nama KH Hasyim Asy’ari merupakan sebuah kekeliruan penerbit. Ia juga turut membantah bahwa hal tersebut adalah bentuk kesengajaan.

Lantas, seperti apa sosok Hilmar Farid tersebut?

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 4 fakta penting Hilmar Farid.

1. Lahir di Jerman

Hilmar lahir di kota Bonn, Jerman Barat, pada tanggal 8 Maret 1968. Ia merupakan putra dari seorang penerjemah buku cerita anak bernama Agus Setiadi. Setelah lulus SMA, Hilmar lantas melanjutkan pendidikannya Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ia kemudian lulus pada tahun 1993 dengan skripsi berjudul 'Politik, Bacaan dan Bahasa Pada Masa Pergerakan: Sebuah Studi Awal'.

2. Jadi dosen

Usai menyelesaikan pendidikan tingginya, Hilmar kemudian memulai karier sebagai dosen di Institut Kesenian Jakarta. Pekerjaan tersebut ia tekuni selama empat tahun, yakni dari tahun 1993 hingga 1977. Kemudian, pada tahun 2009, Hilmar kembali melanjutkan kuliahnya di National University of Singapore.

3. Pimpinan ISSI

Sosok Hilmar Farid juga dikenal aktif di berbagai organisasi. Pada tahun 1994, ia bersama teman-temannya mendirikan Jaringan Kerja Budaya di Jakarta. Dari sanalah kemudian ia mulai menerbitkan bacaan cetak berkala dan mengadakan kajian budaya.

Tak sampai di situ, Hilmar juga menjadi pendiri sekaligus pimpinan Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI). Di mana, posisi tersebut ia emban sejak tahun 2002 hingga 2007 silam.

4. Jadi Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud

Seiring berjalannya waktu, karier Hilmar Farid terus mengalami peningkatan. Ia dipilih menjadi Direktur Jenderal Kebudayaan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan tahun 2015. Saat itu, Hilmar dipercaya untuk menggantikan direktur sebelumnya yakni Kacung Marijan.

Itulah sederet fakta penting sosok Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu