Lifestyle

4 Cara Atasi Pasangan yang Manipulatif

Agar tidak membawa dampak buruk pada kondisi psikologis. Berikut cara mengatasi pasangan yang manipulatif


4 Cara Atasi Pasangan yang Manipulatif
Ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Hubungan dengan pasangan yang manipulatif bisa merusak dirimu. Pasangan yang manipulatif ialah dia yang mempunyai obsesi dan suka mengontrol segala sikap pasanganya secara berlebihan.

Tentu, pasangaan yang memiliki sikap seperti ini harus dihindari. Pasalnya, pasangan yang manipulatif dapat membuatmu tidak sadar bahwa dirinya sedang dimanfaatkan untuk sesuatu hal, dengan menggunakan embel-embel cinta.

Agar tidak membawa dampak buruk pada kondisi psikologis, berikut cara mengatasi pasangan yang manipulatif, yang dlansir Akurat.co dari Pinkvilla.

Dengarkan suara hati

Sangat penting untuk mendengarkan suara hatimu, jika kamu merasa tidak nyaman dengan perilaku pasanganmu seperti mengganggumu dengan perintah-perintahnya, pasanganmu pasif sehingga kamu merasa berjuang sendiri atau terlalu agresif sehingga kamu tak nyaman.

Apabila kamu merasakan hal-hal tersebut, maka inilah saatnya untuk benar-benar untuk menilai apakah hubungan ini tepat, lewat suara hatimu.

Pertahankan pilihanmu

Ketika kamu menyadari bahwa pasanganmu mencoba untuk mengatur apa yang terbaik untukmu, mulailah jalani pilihan yang telah kamu tentukan untuk dirmu sendiri.

Tetapkan batasan yang jelas tentang mempertahankan apa yang telah kamu pilih dengan pilihan mengenai hubungan kamu ke depannya, yang memerlukan pasanganmu.

Misalnya, kamu ingin bercita-cita sebagai sutradara tapi pasanganmu menginginkan dirimu jadi PNS, karena gaji besar dan terjamin di hari tua. Lebih baik, jalani cita-citamu sebagai sutradara.

Pakai logika

Ketika kamu menyadari bahwa pasanganmu mencoba untuk memanipulasi kamu secara emosional, jangan terbawa emosi. Berpikirlah dengan logika, dalam menjelaskan tanggapan kamu kepada emosi pasanganmu. Minimalkan kemungkinan terjebak dalam badai emosinya. 

Misalkan, pasanganmu mengeluh kalau kamu tidak peduli padanya karena sibuk kerja. Kamu jelaskan bahwa dirimu kerja untuk memenuhi kebutuhan, sekaligus merealisasikan keinginnya yaitu menikah.

Jangan mau dipaksa

Jika dia memaksakan prinsip-prinsip dan keyakinannya kepadamu, tapi hal itu tidak sejalan dengan perasaan dan keyakinan kamu sendiri, inilah saatnya untuk mengomunikasikan ketidaknyamanan tentang hal ini.

Ketika kamu mengkompromikan prinsip, itu akan berdampak pada kesehatan emosional pribadimu serta kesehatan emosional dari hubungan tersebut.

Apabila kamu sudah tidak tahan dengan sifat pasangan yang manipulatif, sudahilah hubunganmu. Namun, dengan cara baik seperti memutuskan hubungan secara tatap muka, jangan memutuskan via telepon atau chat.[]