News

35 Tahun Jadi Pejabat Negara, Gaji Tjahjo Kumolo Disumbangkan untuk Wakaf

Tjahjo Kumolo menyebut bahwa seluruh gajinya akan diperuntukkan bagi pengembangan wakaf di Indonesia.


35 Tahun Jadi Pejabat Negara, Gaji Tjahjo Kumolo Disumbangkan untuk Wakaf
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo (Istimewa)

AKURAT.CO, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menyebut bahwa seluruh gajinya akan diperuntukkan bagi pengembangan wakaf di Indonesia. 

Ia mengaku sudah tidak memiliki kepentingan apapun saat diberikan amanah untuk membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kabinet Indonesia Maju.

"Hingga saat ini saya diberi tugas sebagai pembantu Pak Jokowi saya sudah melepaskan diri, saya sudah tidak punya kepentingan apa-apa, selesai sudah tugas saya, gaji saya sepenuhnya saya sumbangkan untuk kepentingan tadi, wakaf secara umum," kata Tjahjo saat sambutan di launching Gerakan Wakaf Uang ASN Kementerian Agama (Kemenag), Senin (28/12/2020).

Tjahjo menuturkan sudah 35 tahun dirinya diberikan tanggung jawab menjadi seorang pejabat tinggi negara. Dalam waktu itu juga, ia mendedikasikan dirinya untuk mengasuh sejumlah pondok pesantren yatim piatu yang tersebar di Tanah Air.

"Saya lanjutkan hal yang sama dan alhamdullilah saya diberikan amanah hampir 35 tahun jadi pejabat tinggi negara, saya punya sejumlah anak asuh, saya rutin membantu beberapa pondok pasentren yatim piatu baik yang di NTB, Semarang, Tangerang Selatan, dan sebagainya itu rutin. Alhamdullilah saya jalani," ujarnya.

Di sisi lain, ia menilai gerakan wakaf sangat dibutuhkan bagi pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas di masjid dan pondok pesantren yang saat ini belum maksimal. Maka, Tjahjo mendukung dan mengapresiasi Gerakan Wakaf Uang ASN yang digelar oleh Kemenag.

"Sekarang problem kita juga sama, kita banyak masjid besar, mushola mungkin kementerian agama memahamilah masih banyak pondok pondok pesantren kita di Jawa Timur khususnya, di NTB, itu belum terpenuhi infrastrukturnya, saya kira itu bisa dibangun dalam konteks ini," katanya.

Lebih lanjut, Tjahjo berharap gerakan wakaf uang ini tidak hanya dilaksanakan oleh pegawai Kementerian Agama, tetapi juga oleh ASN di seluruh Indonesia.

“Mudah-mudahan gerakan wakaf untuk kemaslahatan umat ini tidak hanya dilaksanakan di Kementerian Agama, tetapi juga seluruh ASN di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga ke tingkat desa," kata dia.

"Saya sangat mendorong rekan-rekan ASN di manapun berada untuk dapat berpartisipasi pada program wakaf yang diinisiasi oleh Kemenag ini,” sambungnya.

Menurutnya, nilai dasar ASN adalah pengabdian kepada negara dan rakyat, serta pada etika yang luhur. Kata dia, pengabdian tersebut memiliki makna yang luas, termasuk kepekaan sosial dan kegotongroyongan atas apa yang terjadi di lingkungannya.

“Oleh karena itu kami mengapresiasi dan bangga, bahwa Kemenag mampu membuat kanal atau saluran ibadah sosial bagi para ASN-nya,” ujarnya.[]