News

35 Ribu Orang Tewas Sehari karena Corona, Emmanuel Macron Umumkan Lockdown Kedua untuk Prancis

Presiden Prancis, Emmanuel Macron kembali mengumumkan penguncian nasional kedua sebagai tanggapan maraknya kasus COVID-19


35 Ribu Orang Tewas Sehari karena Corona, Emmanuel Macron Umumkan Lockdown Kedua untuk Prancis
Melalui pidato yang disiarkan di televisi pada Rabu (28/10), Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi memberlakukan lockdown nasional kedua mulai Jumat (30/10) besok (BBC)

AKURAT.CO, Presiden Prancis, Emmanuel Macron kembali mengumumkan penguncian nasional kedua sebagai tanggapan maraknya kasus COVID-19. Dengan keputusannya ini, Macron resmi menutup total Prancis setidaknya hingga akhir November mendatang.

Dilansir BBC, pengumuman lockdown disampaikan Macron melalui siaran televisi nasional pada Rabu (28/10). Dalam pidatonya kemarin, Macron pun menegaskan bahwa lockdown akan mulai diterapkan pada Jumat (30/10) besok.

Kasus kematian harian akibat COVID-19 di Prancis tercatat berada di level tertinggi sejak April. Pada hari Selasa (27/10), kasus kematian dikonfirmasi mencapai 35.785, menurut Worldometer. Sementara, kasus infeksi total terus meningkat hingga dilaporkan telah mencapai 1.235.132 kasus.

Menanggapi itu, Macron menyatakan bahwa Prancis akan 'kewalahan oleh gelombang kedua'. Ia pun memprediksi bahwa situasi gelombang kedua akan jauh lebih sulit dari yang pertama.

Karena itulah, Macron menyampaikan bahwa Prancis kini sebisa mungkin harus mengerem penularan agar negara 'tidak tenggelam' karena cepatnya laju infeksi.

"Virus itu beredar dengan kecepatan yang bahkan tidak diprediksi oleh perkiraan paling pesimis," terang Macron seraya menambahkan bahwa setengah dari semua tempat tidur perawatan intensif di rumah sakit Prancis ditempati oleh pasien COVID-19.

Macron lalu menjelaskan bahwa di bawah aturan baru, warga hanya akan diizinkan meninggalkan rumah untuk pekerjaan penting atau alasan medis.

"Seperti di musim semi, Anda hanya bisa meninggalkan rumah hanya untuk bekerja, untuk janji medis, untuk memberikan bantuan kepada kerabat, untuk berbelanja barang-barang penting atau berjalan-jalan di dekat rumah Anda," sambung Macron sembari menambahkan bahwa warga tetap wajib mengisi formulir jika ingin keluar rumah.

Kemudian, terkait dengan bisnis, Macron menerangkan bahwa layanan publik dan pabrik tetap akan dibuka. Terkait dengan kebijakan ini, Macron menyampaikan alasan bahwa ekonomi Prancis 'tidak boleh berhenti atau runtuh'.