Ekonomi

321 Pasar di Indonesia Terdampak Covid-19, Pedagang Desak Pemerintah Percepat Vaksinasi

IKAPPI meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk mempercepat vaksinasi di pasar tradisional


321 Pasar di Indonesia Terdampak Covid-19, Pedagang Desak Pemerintah Percepat Vaksinasi
Waga memadati area penjualan kebutuhan pokok di Pasar Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Ketua Bidang Asuransi & Kesehatan Pedagang DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Mahin Aufa meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk mempercepat vaksinasi di pasar tradisional.

Mahin mengatakan terkait persoalan pendataan vaksinasi pihaknya siap membantu Kementerian Kesehatan untuk memperkuat data pasar tradisional atau pedagang pasar.

" Agar vaksinasi  berjalan dengan baik sesuai rencana kita semua sesuai dengan arahan bapak Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi untuk mempercepat vaksinasi dipasar tradisional," ucapnya lewat keterangan tertulisnya, Kamis (24/6/2021).

Mahin menegaskan disiplin protokol kesehatan agak menurun belakangan ini. Untuk itu dengan adanya PPKM, agar pemerintah daerah lebih memperkuat disiplin protokol kesehatan yang ada di pasar tradisional. " Kami memohon dan berharap agar terus menjaga kesehatan dan menjaga jarak tetap pakai masker, tempat pencuci tangan juga diaktifkan kembali, protokol kesehatan dilakukan secara disiplin. Maupun terus menjalankan apa yang menjadi tahapan-tahapan agar kita terhindar dari Covid-19," imbuhnya. Pihaknya pun berharap agar kebijakan ini bisa menjaga dan mengurangi laju pertumbuhan atau penyebaran Covid-19 di Indonesia

"Semoga pasar tradisional tetap terjaga kita semua, pedagang dan pembeli agar menjaga kesehatan," pintanya.

Adapun Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) merilis data terbaru Covid-19 di pasar tradisional. DPP IKAPPI, Mahin Aufa mencatat terdapat 153 kasus baru yang ada di 28 pasar dan kasus meninggal sekitar 19 orang. Jadi jumlah total kasus positif di seluruh Indonesia menjadi 1934 terjadi di 321 pasar dan kasus meninggal kurang lebih sekitar 89 kasus hingga saat ini.

Seperti diketahui dalam kebijakan PPKM, sektor-sektor esensial seperti industri pelayanan dasar, utilitas publik, kebutuhan pokok masyarakat seperti supermarket dan apotek dapat berjalan 100% dengan menerapkan regulasi dan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian untuk restoran, warung makan, kafe, PKL, dan lapak jajanan, baik yang berdiri sendiri maupun di pasar, pusat perbelanjaan atau mall hanya diizinkan makan di tempat atau dine in maksimal 25 persen dari kapasitas.

Sedangkan, untuk layanan take away atau bawa pulang lewat pesanan menyesuaikan jam operasional yang dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB. Untuk Pusat perbelanjaan atau mall yang berada di zona merah hanya boleh beroperasi hingga pukul 20.00 WIB dengan jumlah pengunjung maksimal 25% dari kapasitas.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co