News

3.000 Warga Jakarta Divaksin Pakai Astrazeneca 

Distribusi Astrazeneca menyasar sebanyak 3.000 warga Jakarta yang terdiri dari  pedagang  pasar, pelaku UMKM serta karyawan perkantoran


3.000 Warga Jakarta Divaksin Pakai Astrazeneca 
Petugas kesehatan dan warga saat vaksinasi COVID-19 di SMAN 8 Jakarta, Senin (1/3/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai  vaksinasi massal menggunakan antivirus buatan Inggris yakni Astrazeneca, setelah sebelumnya pemerintah menggunakan Sinovac pabrikan China. Penggunaan vaksin Astrazeneca baru berlangsung hari ini, Rabu (5/5/2021) di Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, distribusi Astrazeneca menyasar sebanyak 3.000 warga Jakarta yang terdiri dari pedagang pasar, pelaku UMKM serta karyawan perkantoran yang belum kebagian Sinovac.

"Ini 4 hari ke depan dilaksanakan vaksinasi untuk 3.000 orang pedagang pasar, karyawan, UMKM dan semuanya dengan vaksin Astrazeneca," kata Ariza ketika memantau proses vaksinasi di PGC, Jakarta Timur,  Rabu (5/5/2021).

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, dari pengakuan warga yang sudah disuntik menggunakan antivirus ini, mereka tidak merasakan dampak apapun. Tidak ada efek samping yang membahayakan. 

"Tadi semuanya sudah saya cek tidak ada masalah tidak ada efek samping dan dapat dilayani secara baik secara tepat dan cepat," tuturnya.

Dikutip AKURAT.CO dari instagram @dinkesdki,  vaksin Astrazeneca disebut sudah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM yang menjamin bahwa vaksin ini aman dan berkualitas.

"Fatwa MUI menyatakan penggunaan vaksin Astrazeneca  bersifat mubah (diperbolehkan)," klaim akun resmi milik Pemporov DKI Jakarta itu.

Adapun 1,1 juta dosis vaksin Astrazeneca telah tiba di Indonesia. Vaksin itu merupakan dukungan dari COVAX Facility. Vaksin ini telah disalurkan di 7 Provinsi di Indonesia yakni, Jakarta, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, dan Maluku.

"Vaksin Astrazeneca diberikan kepada masyarakat dengan usia minimal 18 tahun sebanyak dua dosis dengan 0,5 mili dosisnya. Berdasarkan rekomendasi WHO efikasi Astrazeneca terbaik didapatkan pada interval pemberian vaksin 12 minggu," tutur akun tersebut. []

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu