News

3000 Lilin Simpati untuk Brigadir J, Syair Gugur Bunga Bikin Merinding Marga Hutabarat

"Setelah 30 hari sudah ada titik terang tapi persoalan belum selesai.."

3000 Lilin Simpati untuk  Brigadir J, Syair Gugur Bunga Bikin Merinding Marga Hutabarat
3000 Lilin SimPATI untuk Brigadir J (Badri/Akurat.co)

AKURAT.CO  Syair kesedihan bersenandung nyaring di pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM). Lagu "Gugur Bunga" membuat bulu kuduk beridir. Suasana syahdu menjadi atmosfir yang selimuti perasaan sedih keluarga besar marga Hutabarat se- Jabodetabek. Hening. Mereka menundukan kepala menatap bumi, mengenang Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat atau Brigadir J menutup mata untuk selama-lamanya. 

Mertogi Sitohang dengan lihai meniupkan seruling memanggil-manggil rasa kemausiaan. Kematian Brigadir J adalah sobeknya prikemanusiaan. Tewasnya Brigadir J adalah potret dari rontoknya rasa empati sesama manusia. Wafatnya Brigadir muda itu adalah potret dari kusamnya penegak keadilan. 

Mereka terpanggil. Datang untuk berdoa. Berharap ketenangan Brigadir J menghadap Tuhan dengan ikhlas. Cinta dan kepedulian telah memanggil mereka berkumpul bersama. Air mata jatuh ke bumi setelah menyeberangi pipi. Mereka ikut merasakan kesedihan mendalam sebagaimana dirasakan orang tua Brigadir J. 

baca juga:

Kabut gelap sedang datang. Menghampiri rasa keadilan manusia. Brigadir J belum benar-benar tenang. Hingga tersingkap tiupan iblis jahat yang hinggap di kepala penembaknya. 3000 lilin mewakili perasaan mereka. Menjadi penuntun terangnya penyelidikan. Agar keadilan bisa dirasakan. Oleh keluarga dan Brigadir J. 

"Ini aksi solidaritas 30 hari wafatnya Brigadir J. Kami ingin menunjukan rasa simpati terhadap keluarga Brigadir J," ujar Irma Hutabarat yang datang ke lokasi acara, Senin malam (8/8/2022). 

Kini, 30 hari telah berlalu. Tapi kesedihan tak kunjung pergi. Kematian Brigadir J menyisakan luka berkepanjangan. Tak saja bagi keluarga tapi juga siapa saja yang punya empati. Kemanusiaan adalah ilmu tertinggi. Ia lampaui segala sekat yang membatasi. Itulah magnet utama mereka yang datang malam hari ini. Melantunkan doa menghibur keluarga Brigadir J. 

30 hari adalah waktu yang tak singkat. Sebab detik demi detik dilalui dengan air mata duka. Kabar tentang terangnya peristiwa berdarah itu tak juga tiba. Kabut masih terlalu tebal membentengi kebenaran. Tapi, benar kata orang. Tidak ada kejahatan yang sempurna. Ia selalu menyisakan jejak. Sebab jahat adalah wujud kotor. Kotor tak mungkin bercampur dengan bersih. 

"Setelah 30 hari sudah ada titik terang katanya. Tapi kan persoalan belum selesai. Kami nyalakan lilin untuk menunjukan empati," kata Irma Hutabarat.[]