News

300 Wanita Afganistan Gelar Aksi Dukung Taliban, Yakinkan Nasib Perempuan akan Lebih Baik

Demonstrasi ini berlangsung damai, kontras dengan aksi protes yang disambut tembakan ke udara untuk membubarkan massa.


300 Wanita Afganistan Gelar Aksi Dukung Taliban, Yakinkan Nasib Perempuan akan Lebih Baik
Unjuk rasa wanita di Universitas Pendidikan Shaheed Rabbani, Kabul, pada Sabtu (11/9). (Foto: AFP) ()

AKURAT.CO, Sekitar 300 wanita Afganistan bercadar duduk berjejer di ruang kuliah universitas di Kabul pada Sabtu (11/9). Mereka mengibarkan bendera Taliban saat para pembicara mencerca Barat dan menyatakan dukungannya untuk kebijakan Islamis.

Beberapa dari mereka mengenakan burkak biru. Namun, sebagian besar mengenakan nikab hitam yang menutupi seluruh tubuh dan wajah, kecuali mata. Banyak juga yang memakai sarung tangan hitam.

Dilansir dari AFP, hak-hak perempuan di Afganistan sangat dibatasi di bawah pemerintahan Taliban pada 1996-2001. Namun, sejak kembali berkuasa bulan lalu, mereka mengklaim akan menerapkan aturan yang tak terlalu ekstrem.

Kali ini, perempuan akan diizinkan untuk kuliah selama kelas dipisahkan berdasarkan jenis kelamin atau setidaknya dipisahkan oleh tirai, menurut keterangan otoritas pendidikan Taliban. Mereka juga harus mengenakan jubah abaya dan nikab.

300 Wanita Afganistan Gelar Unjuk Rasa Dukung Taliban, Yakinkan Nasib Perempuan akan Lebih Baik - Foto 1
AFP

Menurut panitia, para wanita yang mendengarkan pidato di Universitas Pendidikan Shaheed Rabbani, Kabul, pada Sabtu (11/9), adalah mahasiswi. Bendera besar Taliban mengapit podium. Para pembicara pun mengkritik wanita yang berunjuk rasa di Afganistan dalam beberapa hari terakhir. Mereka juga membela pemerintahan baru Emirat Islam Afganistan yang telah melarang demonstrasi, kecuali mendapat izin dari kementerian kehakiman.

"Kami menentang para perempuan yang berunjuk rasa di jalanan. Mereka mengklaim sebagai wakil perempuan. Apakah kebebasan itu seperti pada pemerintahan yang lalu? Tidak, itu bukan kebebasan. Pemerintahan yang lalu menyalahgunakan perempuan. Mereka merekrut perempuan hanya karena kecantikannya," klaim pembicara pertama.

Sejumlah peserta di ruangan itu menggendong bayi yang terkadang menangis selama pidato, sedangkan sisanya adalah gadis-gadis yang jelas terlalu muda untuk masuk kuliah.

Baca juga: Wanita Afganistan Lakukan Demo Tuntut Haknya: Kami Tidak Sama seperti 20 Tahun Lalu!

Menurut mahasiswi bernama Shabana Omari, ia setuju dengan kebijakan Taliban bahwa perempuan harus menutupi kepala mereka.

"Mereka yang tak mengenakan jilbab merugikan kita semua. Jilbab bukanlah keputusan individual," ucapnya.

Omari pun menutup pidatonya dengan berseru 'Allahu Akbar'. Sementara itu, menurut pembicara lainnya, Somaiya, sejarah telah berubah sejak Taliban kembali.

"Setelah ini kita tidak akan melihat 'bihijabi' (orang yang tak memakai jilbab). Perempuan akan aman setelah ini. Kami mendukung pemerintah dengan segenap kekuatan kami," tuturnya.

Setelah pidato di aula pertemuan, para wanita berjalan dalam barisan terorganisir tak jauh dari jalan di luar. Mereka memegang spanduk tulisan dan diapit oleh tentara Taliban yang membawa senapan. Menurut Daud Haqqani, direktur hubungan luar negeri di kementerian pendidikan, 'demonstrasi' para wanita ini telah diberi izin.

300 Wanita Afganistan Gelar Unjuk Rasa Dukung Taliban, Yakinkan Nasib Perempuan akan Lebih Baik - Foto 2
AFP

Unjuk rasa tersebut sangat kontras dengan pemandangan di Kabul dan di tempat lainnya awal pekan ini. Para milisi Taliban justru melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa yang memprotes kekuasaan mereka. Bahkan, 2 orang ditembak hingga tewas.

"Perempuan yang meninggalkan Afganistan tak dapat mewakili kami," bunyi tulisan salah satu spanduk pro-Taliban dalam demonstrasi pada Sabtu (11/9).

"Kami puas dengan sikap dan perilaku Mujahidin (Taliban)," sebut tulisan lainnya.

Taliban mengklaim mereka ingin menjauhkan diri dari kebijakan lama yang lebih keras. Di sisi lain, separuh populasi dikeluarkan dari pekerjaan dan pendidikan.

Di bawah aturan baru, perempuan dapat bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang telah ditetapkan oleh Taliban. Namun, hanya sedikit detail yang dijabarkan tentang interpretasi sebenarnya.[]