Ekonomi

300 Aturan Himpit Industri Tembakau, Pemerintah Harus Serius Lindungi Petani

300 Aturan Himpit Industri Tembakau, Pemerintah Harus Serius Lindungi Petani
Petani menjemur tembakau di Temanggung, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)

AKURAT.CO Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta pemerintah agar kebijakan industri hasil tembakau lebih mempertimbangkan faktor keberlanjutan usaha serta kesejahteraan para petani.

“Kebijakan pemerintah harus mengedepankan kelangsungan mata pencaharian petani tembakau. Saat ini sekitar 300 aturan yang mengimpit industri hasil tembakau, sehingga menghambat laju budi daya tanaman tembakau,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI), Agus Parmuji dalam keterangannya di Jakarta, melansir Antara, Senin (29/3/2021).

Dari ratusan regulasi tersebut, beberapa aturan yang menekan petani tembakau yaitu Peraturan Pemerintah nomor 18/2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan wacana untuk merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109/2012.

baca juga:

Agus menambahkan, jutaan petani tembakau di seluruh Indonesia serta para buruh pabrik dan pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari keberlangsungan industri hasil tembakau.

Ia pun mengkhawatirkan revisi PP 109/2012 atau penggodokan aturan terkait industri hasil tembakau, baik di tingkat nasional maupun daerah, disusupi oleh kepentingan organisasi anti-tembakau.

Jika revisi tersebut dilaksanakan kondisi para pemangku kepentingan di industri tembakau, termasuk petani, akan semakin terpuruk ke depannya.

“Walaupun ranahnya adalah industri yang dihantam, tetapi yang terkena pukulannya adalah petani,” tegasnya.

Agus menjelaskan, kampanye anti-tembakau telah masif disuarakan sejak awal tahun 2000-an.

Ia meyakini kampanye lembaga-lembaga anti-tembakau tidak murni untuk menurunkan prevalensi perokok di Indonesia. Tak sekadar kampanye, tetapi sudah lebih maju memasuki berbagai ranah, mulai dari lembaga pendidikan, pihak swasta, bahkan hingga pemerintahan melalui gelontoran dana hibahnya.

Sumber: Antara

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu