News

30 Hari Tewasnya Brigadir J, Halaman Mabes Polri Banjir Karangan Bunga

kasus baku tembak yang terjadi antara Bhayangkara Dua Richard Elizer atau Bharada E dengan Brigadir Novryansah Yoshua Hutabarat di rumah Ferdy Sambo terjadi pada 8 Juli 2022.


30 Hari Tewasnya Brigadir J, Halaman Mabes Polri Banjir Karangan Bunga
Sebanyak 34 karangan bunga terpampang memenuhi halaman Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan untuk mensupport Polri untuk mengusut tuntas kasus kematian Brigadir J.  (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J telah memasuki satu bulan. Hingga saat ini, polisi belum juga menetapkan tersangka utama dalam kasus ini. 

Sebanyak 34 karangan bunga terpampang memenuhi halaman Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan untuk mensupport Polri untuk mengusut tuntas kasus kematian Brigadir J. 

"Save Polri Tuntaskan Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat," tulis karangan bunga dari Pemuda Batak Bersatu, Senin (8/8/2022). 

baca juga:

Sementara itu, karangan bunga juga datang dari Tim Advokat Penegakan Hukum & Keadilan (TAMPAK). 

"Tuntaskan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat," tulis karangan bunga yang dikirim TAMPAK. 

Diketahui, kasus baku tembak yang terjadi antara Bhayangkara Dua Richard Elizer atau Bharada E dengan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah Ferdy Sambo terjadi pada 8 Juli 2022.

Hingga saat ini, dalam kasus tewasnya Brigadir J ini tim khusus telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu Bharada E, ajudan istri Ferdy Sambo Brigadir RR, dan sopir istri Sambo yaitu Bharada RE. 

Sementara itu, Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditempatkan di Mako Brimob, Depok Jawa Barat lantaran diduga melanggar kode etik. 

Hal itu dikarenakan, berdasarkan pemeriksaan khusus menyatakan bahwa Irjen Ferdy Sambo dianggap tidak profesional dalam olah TKP saat kematian Brigadir J.

"Dari 10 saksi tersebut dan beberapa bukti, Irsus menetapkan bahwa Irjen FS diduga melakukan pelanggaran terkait menyangkut masalah ketidakprofesional dalam olah TKP," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat jumpa pers di Mabes Polri, Sabtu (6/8/2022).

Jenderal bintang dua itu mengatakan saat ini penyidikan masih berproses. 

"Oleh karenanya malam hari ini yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus yaitu di Korbrimob polri, ini masih berproses," katanya. []