Rahmah

3 Perbedaan Kurban Sunah dan Wajib yang Perlu Kamu Tahu

Ditinjau dari segi status hukumnya, kurban terbagi ke dalam sunah dan wajib. Semula kurban memang sunah, tapi ketika dinazari maka menjadi wajib.


3 Perbedaan Kurban Sunah dan Wajib yang Perlu Kamu Tahu
Ilsutrasi hewan kurban (Syira.tv)

AKURAT.CO Menyembelih hewan kurban pada hari raya Idul Adha merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Pelaksanaan kurban dimulai sejak tanggal 10 Dzulhijjah sampai dua hari setelahnya (11 dan 12 Dzulhjjah).

Tahukah anda, jika kurban yang sunah bisa menjadi wajib.

Dilansir NU Online, ditinjau dari segi status hukumnya, kurban terbagi ke dalam sunah dan wajib. Semula kurban memang sunah, tapi ketika dinazari maka menjadi wajib.

baca juga:

Contoh kasus nazar, ada orang yang berjanji jika ia lulus kuliah maka akan menyembelih hewan kurban. Maka ia harus menunaikan kurban jika sudah tiba hari raya Idul Adha dengan status wajib.

Masing-masing kurban wajib dan sunah memiliki perbedaan. Berikut beberapa perbedaannya.

1. Hak konsumsi bagi pihak yang berkurban

Dalam kurban sunah pihak yang berkurban masih boleh ikut memakan daging hewan yang disembelih. Maksimal sepertiga dari keseluruhan daging. Akan tetapi dianjurkan orang tersebut untuk tidak mengambil porsi terlalu banyak, cukup beberapa suap saja dan selebihnya untuk disedekahkan.

Sementara dalam kurban wajib pihak yang berkurban tidak memiliki hak untuk memakan daging sama sekali. Jika ia memakannya, maka hukumnya haram.

2. Status hak penerima

Sumber: NU Online