Rahmah

3 Makna Jihad dalam Al-Quran, Tidak Ada Bom Bunuh Diri

3 Makna Jihad dalam Al-Quran, Tidak Ada Bom Bunuh Diri
Ilustrasi (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Baru saja kita mendengar adanya peristiwa yang menyayat hati. Ya, terjadi bom bunuh diri di kota Bandung yang menyebabkan seorang polisi wafat dan korban lainnya luka-luka.

Hal yang sering disalahpahami kelompok teroris ialah mengklaim bahwa jihad hanya bermakna perang, termasuk memerangi polisi, tidak ada makna-makna lain selainnya. Padahal dalam Al-Qur'an, jihad tak hanya bermakna memerangi orang kafir, begini faktanya;

1. Jihad Bermakna Perang.

baca juga:

Pengertian jihad sebagai perang memang dapat kita lihat pada Surat al-Tahrîm ayat 9, Allah berfirman: 

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْۗ وَمَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ

Artinya: “Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.”

Para ulama tafsir, seperti Al-Maraghi menyebut ayat di atas memang perintah perang yang disampaikan Allah kepada orang-orang Islam guna memerangi orang kafir. Itu, setelah orang kafir Quraisy melakukan tindakan kekerasan pada orang Islam dan bahkan melarang untuk beribadah.

Artinya, perang yang dimaksudkan dalam Islam tidak bermakna mutlak. Syaratnya orang Islam benar-benar diperangi secara fisik serta mereka dilarang melakukan ibadah secara terang-terangan.

2. Jihad Bermakna Moral

Adapun pengertian jihad sebagai jihad moral bisa kita temukan dalam Surat al-Ankabût ayat 69. Allah berfirman: