Tech

3 Mahasiswa Ini Rancang Gim Edukasi Lalu Lintas untuk Anak-Anak

Kurangnya wawasan mengenai peraturan dan rambu lalu lintas pada remaja jadi latar belakang diciptakannya game ini.


3 Mahasiswa Ini Rancang Gim Edukasi Lalu Lintas untuk Anak-Anak
Tampilan visual home screen dari gim Patroli Tama, rancangan tim mahasiswa ITS. (its.ac.id)

AKURAT.CO Berawal dari keresahan kurangnya wawasan mengenai peraturan dan rambu lalu lintas, terutama pada anak remaja berusia 15-19 tahun yang kerap berdampak pada kecelakaan, tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang gim simulasi keadaan lalu lintas. 

Gim yang diberi nama Patroli Tama ini hadir untuk mengedukasi anak-anak mengenai peraturan lalu lintas yang ada. Adapun tiga mahasiswa yang merancang gim tersebut terdiri dari Daani Nabil, Kusuma Dewi, dan M. Nur Abdurrauf.

Patroli Tama sendiri menceritakan tentang anak bernama Tama yang berambisi menjadi polisi lalu lintas setelah mengalami kecelakaan karena kelalaian pengendara lain. Saat ini, Gim ini Patroli Tama sedang dikembangkan untuk platform Android dengan metode single player.

baca juga:

Gim yang mereka rancang menargetkan pemain usia 7-12 tahun untuk melatih reaksi mereka dalam memahami rambu dan peraturan lalu lintas. Meskipun begitu, permainan ini dapat dimainkan oleh segala usia. 

"Untuk dapat menjangkau audiens yang lebih banyak, gim ini juga tersedia dalam versi bahasa Inggris. Gim ini dapat dimainkan oleh pemain negara lain karena hadirnya pilihan bahasa Inggris," jelas M Nur Abdurrauf, selaku programmer gim Patroli Tama, dilansir dari laman ITS, Jumat (24/6).

Sementara itu, Daani Nabil selaku game designer menjelaskan bahwa seiring memainkan gim ini, para pemain akan membantu Tama menjadi polisi lalu lintas. Gim ini juga dihadirkan hingga 16 level dengan empat stage lalu lintas. 

"Masing-masing stage akan memiliki empat level yang perlu diselesaikan. Stage pun terdiri dari pedesaan, kota kecil, kota metropolitan, dan kawasan industry," kata Daani Nabil.

Menurut Kusuma Dewi selaku game artist, saat awal permainan, akan diberikan latar belakang cerita dan memulai dari level pertama bersama Tama. Selanjutnya, agar dapat memenangkan permainan akan ada sistem poin minimal setiap level yang harus dicapai. 

"Untuk mencapai poin sebanyak-banyaknya, pemain harus dapat menertibkan pengendara lalu lintas yang melanggar pada layar Android dengan cara meng-klik-nya," terang Kusuma Dewi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, setelah berhasil menjalani empat level pertama, pemain dapat berpindah ke stage selanjutnya yang lebih ramai, yaitu kota kecil dengan empat level baru juga. Setiap stage akan disesuaikan jenjang kesulitannya dari yang termudah. 

"Seiring berpindahnya stage, permainan akan semakin kompleks dengan penambahan pelanggaran," tambahnya.

Jenis gim ini dirancang tidak hanya akan berfokus pada cerita, tapi juga dapat merangsang otak agar berpikir kreatif dalam memecahkan masalah. Selain itu, dapat melatih kemampuan ketelitian dan ketangkasan. Sebab, permainan yang mereka kembangkan memiliki sistem waktu yang bervariasi untuk meningkatkan kesulitan level. Intinya, akan ada variasi waktu dan peraturan lalu lintas baru setiap stage untuk para pemain.

Di bawah bimbingan dosen Hadziq Fabroyir dari Departemen Teknik Informatika, tim ini menyelesaikan karyanya dalam kurun waktu tiga bulan. Usai mendapatkan perunggu dalam perlombaan Gemastik ke-14 lalu, tim ini mengakui akan mengembangkan gim rancangannya lebih lanjut berdasarkan masukkan para juri dan dosen pembimbing.

Ketika pengembangan gim ini rampung nantinya, tim berharap Patroli Tama dapat dimainkan khalayak luas khususnya anak-anak, agar mereka lebih memahami situasi lalu lintas secara nyata. 

Tim ini juga berharap, dengan gim Patroli Tama ini dapat membantu mengurangi kecelakaan lalu lintas di Indonesia.