Rahmah

3 Keutamaan Memiliki Anak Perempuan

Pada zaman jahiliyah, perempuan dianggap aib.


3 Keutamaan Memiliki Anak Perempuan
Ilustrasi Anak Perempuan (pinterest.com)

AKURAT.CO Memiliki anak adalah dambaan setiap pasangan suami dan istri. Anak dapat menenangkan hati dan menjadi pelipur lara saat sedang dalam keadaan galau.

Meski demikian, dahulu di zaman jahiliyah, ketika kaum kafir Quraish diberi anak perempuan, mereka merasa malu, bahkan menganggapnya sebagai aib.

Bahkan peristiwa ini juga tertulis dalam Al-Quran yakni pada surat An-Nahl ayat 58;

baca juga:

وإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

Artinya: Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah (Q.S. An Nahl: 58).

Islam datang memberikan solusi. Bahwa, anak perempuan memiliki keistimewaan bagi orang tua yang mau mengurusnya. Ini 3 keutamaan memiliki anak perempuan:

Menjadi Penghalang Masuk Neraka:

Dalam kitab Shohih Muslim, terdapat 3 hadis yang mengungkapkan tentang keutamaan merawat serta mendidik anak perempuan dalam bab keutamaan berbuat baik terhadap anak perempuan :

أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَتْ: جَاءَتْنِي امْرَأَةٌ، وَمَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا، فَسَأَلَتْنِي فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ، فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا، فَأَخَذَتْهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا، وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا شَيْئًا، ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ وَابْنَتَاهَا، فَدَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَدَّثْتُهُ حَدِيثَهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنِ ابْتُلِيَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ، فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ»

Artinya : Bahwa ‘Aisyah istri Nabi SAW berkata “Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu aku berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi shallallhu ‘alaii wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R. Muslim 2629).

Memudahkan Masuk Surga

Sumber: Tebuireng Online