Rahmah

3 Hadis Nabi tentang Pentingnya Menjaga Kebersihan

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kebersihan umatnya


3 Hadis Nabi tentang Pentingnya Menjaga Kebersihan
Ilustrasi orang berwudhu (pixabay.com/mucahityildiz)

AKURAT.CO Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kebersihan umatnya. Adanya syariat wudhu ketika hendak salat dan menyentuh Al-Qur’an, anjuran mencuci tangan setiap bangun tidur, menggosok gigi dalam beberapa kesempatan, merupakan bukti bahwa agama Islam mencintai kebersihan.

Berikut adalah tiga hadis Nabi tentang menjaga kebersihan.

1. Separuh dari iman

baca juga:

Kebersihan merupakan separuh dari keimanan. Artinya, iman seorang muslim belum dikatakan sempurna jika belum bisa menjaga kebersihan. Dalam satu hadis disebutkan,

وعن أبي مَالِكٍ الْحَارِثِ بْنِ عَاصِم الأشْعريِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَان

Artinya, “Dari Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Bersuci itu setengah dari iman.’” (HR Muslim)

2. Syariat wudhu

Wudhu merupakan aktivitas membersihkan anggota-anggota tertentu dengan niat tertentu pula. Dengan membasuh beberapa anggota tubuh, maka wudhu akan menjaga kebersihan seorang muslim. Dalam hadis Nabi disebutkan,

عن أبي هريرة -رضي الله عنه- مرفوعاً :إِذَا تَوَضَّأَ العَبْدُ المُسْلِمُ، أَوِ المُؤْمِنُ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِن وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بعَيْنَيْهِ مع المَاءِ، أَوْ مع آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِن يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مع المَاءِ، أَوْ مع آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مع المَاءِ، أَوْ مع آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، حتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ

Artinya, “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara marfu’ bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Bila seorang hamba yang muslim atau mukmin berwudhu, lalu mencuci wajahnya, keluarlah dari wajahnya semua kesalahan yang dilihat dengan kedua matanya bersamaan dengan air atau bersama dengan tetes air yang terakhir.”

“Bila ia mencuci kedua tangannya, keluarlah dari kedua tangannya semua kesalahan yang dilakukan dengan kedua tangannya bersama dengan air atau bersama dengan tetes air yang terakhir. Bila ia mencuci kedua kakinya, keluarlah semua kesalahan yang dilakukan oleh kedua kakinya bersama dengan air atau bersama dengan tetes air yang terakhir, hingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR Muslim)