Rahmah

3 Doa Penting saat Terjadi Musibah, Supaya Nihil Korban

Amalkan untuk keselamatan Anda dan orang lain.


3 Doa Penting saat Terjadi Musibah, Supaya Nihil Korban
Ilustrasi berdoa (Pinterest/Fitri Nur)

AKURAT.CO Musibah dan bencana merupakan dua hal yang tidak bisa dielakkan ada pada manusia. Musibah datang tujuannya untuk menguji mereka agar lebih kuat dalam menghadapi masa depan.

Allah SWT dalam ayat Al-Qur'an telah meniscayakan kalau manusia dipastikan akan mengalami musibah, baik berupa kelaparan, ketakutan, kekurangan harta dan jiwa, buah-buahan, dan lain sebagainya.

Agar Anda selamat saat terjadi bencana, Anda perlu meminta pertolongan kepada Allah SWT, salah satunya dengan mengamalkan salah satu doa di bawah ini;

baca juga:

Doa Supaya Selamat dari Bencana Alam

اللهم يا كافي البلاء اكفنا البلاء قبل نزوله من السم ( يا الله) تكررها سبعا

Allahumma ya kafiyal bala' ikfinal bala' qobla nuzulihi minas sama'. Bacaan tersebut diulang-ulang tujuh kali.

Artinya: "Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Kuasa untuk menyelamatkan hamba-Nya dari segala bala' bencana, selamatkanlah kami dari bala bencana yg akan menimpa kami sebelum bala' bencana itu turun dari langit." Doa tersebut diulang-ulang tujuh kali.

Doa Dijauhkan dari Azab saat Terjadi Bencana

اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ   اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ  

Allāhummaftah lanā abwābal khair, wa abwābal barakah, wa abwāban ni‘mah, wa abwābar rizqi, wa abwābal quwwah, wa abwābas shihhah, wa abwābas salāmah, wa wa abwābal ‘āfiyah, wa abwābal jannah. Allāhumma ‘āfinā min kulli balā’id duniyā wa ‘adzābil ākhirah, washrif ‘annā bi haqqil Qur’ānil ‘azhīm wa nabiiyikal karīm syarrad duniyā wa ‘adzābal ākhirah. Ghafarallāhu lanā wa lahum bi rahmatika yā arhamar rāhimīn. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūn, wa salāmun ‘alal mursalīn, walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.

Artinya: "Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai, Dzat Yang Maha Pengasih. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam". (Lihat Perukunan Melayu, [Jakarta, Alaydrus: tanpa tahun], halaman 55-56).