Rahmah

3 Doa Penting Dibaca saat Mendengar Kabar Duka

Amalan penting dibaca ketika menyaksikan banyak berita duka


3 Doa Penting Dibaca saat Mendengar Kabar Duka
Ilustrasi mendengar kabar duka (Istimewa)

AKURAT.CO  Sejak tiga mingguan yang lalu atau sejak awal bulan Juli, kabar duka begitu banyak menyelimuti masyarakat Indonesia. Setiap hari mendengar kabar kematian. Teman dekat, guru, saudara, dan orang-orang yang kita kenal meminta doa untuk kesembuhan penyakitnya.

Rasanya siapapun merasakan kesedihan dengan kondisi ini. Benar-benar menyayat hati saat mendengar kabar banyak Kiai dan ulama yang juga wafat. Media sosial dibanjiri dengan pamflet-pamflet kepergian orang-orang tersayang.

Saat mendengar kabar duka, terutama ketika menerima kabar seseorang sedang sakit, kita harus segera membaca doa. Doa pertama yang bisa dibaca yaitu doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk sahabat Salman Al-Farisi RA sebagaimana riwayat Ibnu Sunni yang disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar halaman 115, sebagai berikut:

   شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ   

Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.   

Artinya: "Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia."

Doa yang berikutnya yang dapat dibaca adalah doa yang disebutkan dalam hadits riwayat Abu Daud dan Imam At-Tirmidzi. Disebut oleh Imam An-Nawawi dalam kitab yang sama (Al-Adzkar halaman 114), doa ini baiknya dibaca sebanyak 7 kali di hadapan orang yang sedang sakit. Berikut doanya:

    أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ 

As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.  

Artinya: "Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu."

Doa berikutnya adalah doa yang pernah dibaca oleh Rasulullah untuk keluarganya. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, disebut oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar halaman 113, sebagai berikut;