Rahmah

3 Ciri Seorang Hamba Telah Tawakal Menurut Sayyid Al-Hadad

Tawakal tidak sekadar pasrah


3 Ciri Seorang Hamba Telah Tawakal Menurut Sayyid Al-Hadad
Berdoa dan tawakal (aboutislam.net)

AKURAT.CO  Tawakal merupakan kata yang diambil dari bahasa Arab, yang artrinya mewakilkan. Dalam istilahnya, tawakal berarti menyerahkan semua apa yang sudah kita lakukan semampu kita kepada Allah SWT.

Sifat ini penting dimiliki oleh orang yang beriman, tujuannya ialah agar tidak menjadi hamba yang khawatir dengan keputusan Allah yang dianggap tidak menguntungkan bagi dirinya. Dengan tawakal, seorang hamba bisa menerima apapun yang Allah berikan, termasuk musibah.

Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya berjudul Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah (Dar Al-Hawi, 1994, hal. 179) menjelaskan tiga ciri orang yang memiliki sifat tawakal, yaitu sebagai berikut:

1. Tidak Berharap dan Tidak Takut Kecuali Hanya Kepada Allah

وللمتوكل الصادق ثلاث علامات: الأولى أن لا يرجوغيرالله ولا يخاف إلا الله، وعلامة ذالك أن لا يدع القول بالحق عند من يُرجى و يُخشى عادة من المخلوقين كالأمراء والسلاطين  

Artinya: “Ada tiga tanda bagi orang yang bertawakal dengan sebenarnya, yakni pertama, tidak berharap kecuali kepada Allah sekaligus tidak takut kecuali kepada-Nya. Hal itu ditandai dengan keberaniannya mengatakan sesuatu yang benar di hadapan seseorang yang umumnya orang memiliki harapan sekaligus merasa takut kepadanya seperti para amir dan raja.” 

2. Tidak Pernah Merisaukan Urusan Rezeki

والثانية أن لا يدخل قلبه همُّ الرزق ثقة بضمان الله بحيث يكون سكون قلبه عند فقد ما يحتاج اليه كسكونه في حال وجوده وأشد  

Artinya: “Kedua, tidak pernah merisaukan masalah rezeki disebabkan merasa yakin akan adanya jaminan Allah sehingga hatinya tetap tenang dan tentram di kala suatu keuntungan luput darinya, sama seperti di kala ia memperolehnya.”

3. Tidak Terguncang (hatinya) Saat Diberi Musibah

والثالثة أن لا يضطرب قلبه في مظان الخوف علما منه أن ما أخطأه لم يكن ليصيبه وما أصابه لم يكن ليخطئه

Artinya: “Ketiga, tidak pernah hatinya terguncang pada saat diperkirakan akan datangnya suatu bahaya disebabkan ia yakin sepenuhnya bahwa tak satu pun ditetapkan ia terhindari darinya, akan tetap menimpanya; dan tak satu pun ditetapkan akan menimpanya, akan terhindar dari dirinya.”