News

25 Orang Ditangkap di Jerman atas Rencana Kudeta, Ingin Ubah Negara Jadi Kerajaan ala 1871

25 Orang Ditangkap di Jerman atas Rencana Kudeta, Ingin Ubah Negara Jadi Kerajaan ala 1871
Sebanyak 25 orang telah ditangkap dalam penggerebekan di 11 negara bagian Jerman atas rencana penggulingan republik untuk diganti menjadi kerajaan ala Jerman 1871 bernama kerajaan Reich II. (BBC)

AKURAT.CO Sebanyak 25 orang telah ditangkap dalam penggerebekan di seluruh Jerman. Mereka dicurigai merencanakan penggulingan pemerintahan.

Dilansir dari BBC, kelompok sayap kanan dan para mantan tokoh militer berencana menyerbu gedung parlemen, Reichstag, kemudian merebut kekuasaan. Dalang utamanya adalah seorang pria Jerman yang diklaim sebagai pangeran bernama Heinrich XIII.

Menurut jaksa federal, pria 71 tahun itu merupakan salah satu dari 2 tersangka pemimpin di kalangan mereka yang ditangkap di 11 negara bagian Jerman.

baca juga:

Para komplotan itu juga mencakup anggota ekstremis Reichsburger (Warga Negara Reich), gerakan yang telah lama menjadi perhatian polisi Jerman atas serangan kekerasan dan teori konspirasi rasis. Mereka juga menolak mengakui negara Jerman modern.

Diperkirakan 50 pria dan wanita telah menjadi bagian dari kelompok yang diduga telah merencanakan untuk menggulingkan republik. Setelah itu, mereka ingin menggantinya dengan negara baru yang meniru Jerman pada 1871, sebuah kerajaan bernama Reich II.

"Kami belum memiliki nama untuk kelompok ini," ungkap seorang juru bicara kantor kejaksaan federal.

Tak hanya penggerebekan di Jerman, 2 orang ditangkap di Austria dan Italia. Mereka ditahan dan akan diinterogasi di kemudian hari.

Menurut twit Menteri Kehakiman Marco Buschmann, operasi antiteror besar tengah berlangsung dan diduga ada rencana serangan bersenjata terhadap badan konstitusional.

Jaksa federal mengungkap kelompok itu telah merencanakan kudeta dengan kekerasan sejak November 2021. Mantan anggota militer juga menjadi bagian penting dalam plot kudeta tersebut. Mereka termasuk mantan tentara elite dari unit khusus.

"Para komplotan telah menetapkan rencana untuk memerintah Jerman. Para anggota memahami bahwa mereka hanya dapat mewujudkan tujuan mereka dengan sarana militer dan kekerasan terhadap perwakilan negara, termasuk melakukan pembunuhan," kata kantor kejaksaan federal.

Menurut laporan kanal penyiaran publik ZDF, mantan anggota sayap kanan dari majelis rendah parlemen, Bundestag, juga menjadi bagian dari plot tersebut dan didapuk sebagai menteri kehakiman kelompok itu, di bawah kepemimpinan Pangeran Heinrich.[]