News

24 Tersangka Teroris Baiat ke Abu Hasan Al Quraisy Lewat Grup WA

Karopenmas Mabes Polri menyebut para tersangka juga turut melakukan kegiatan idad di Tojo Una-Una Sulteng


24 Tersangka Teroris Baiat ke Abu Hasan Al Quraisy Lewat Grup WA
Ilustrasi Densus 88 (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

AKURAT.CO, Mabes Polri menjelaskan ihwal penangkapan 24 tersangka terorisme oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror di sejumlah daerah, Sabtu (14/5) pekan lalu.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan mereka yang ditangkap merupakan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang mengucap sumpah setia atau baiat kepada pimpinan baru Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Abu Hasan al-Hashemi al-Qurashi. 

"Diketahui organisasi ISIS memliki pemimpin baru. Jadi, beberapa orang ini telah melakukan baiat ke pemimpin ISIS yang baru yaitu, Abu Hasan Al Hasim Al Quraisy, " ujar Ramadhan di Mabes Polri, Selasa (17/5).

baca juga:

Jenderal bintang satu itu mengatakan baiat disampaikan para tersangka melalui pesan WhatsApp.

"Jadi memberikan pernyataan atau baiat mereka dengan baca teks dan dikirim melalui grup WA," ujar Ramadhan.

Lebih lanjut Ramadhan mengatakan 24 tersangka teroris tersebut juga ikut melakukan kegiatan idad atau persiapan melakukan serangan di Sulawesi Tengah (Sulteng). 

"Mereka juga turut melakukan kegiatan idad di Tojo Una-Una, Sulteng. Secara umum mereka beberapa kali mengikuti giat idad atau pelatihan-pelatihan, kemudian telah melakukan kegiatan baiat kepada amirul mukminin," katanya.

Selain itu, mereka juga membantu menyiapkan logistik amunisi di jaringan MIT Poso dan juga menyembunyikan informasi-informasi kegiatan tersebut.

"(Kelompok ISIS) memberikan dukungan kepada kelompok MIT Poso berupa berencana bergabung bersama kelompok MIT kemudian membantu penyiapan logistik, " kata Ramadhan.

Ramadhan mengatakan salah satu logistik itu berupa amunisi. Kemudian, ISIS juga berupaya menyembunyikan informasi-informasi terkait kegiatan MIT Poso tersebut.

Sebelumnya, Densus 88 Anti Teror  Polri meringkus 24 terduga teroris di sejumlah wilayah di Indonesia pada Sabtu pekan lalu. Setelah dilakukan penangkapan penyidik Densus 88 melakukan penggeledahan yang disaksikan oleh saksi dan masyarakat sekitar.

Dari penggeledahan tersebut polisi menemukan sejumlah 10 senjata api dan ratusan peluru.

"Dari penggeledahan tersebut ditemukan barang bukti sebagai berikut, 8 pucuk senapan PCP, serta peredam dan penyangga, satu pucuk senapan PCP merah hitam, satu pucuk senjata api revolver," kata Ramadhan.

Kemudian penyidik juga menemukan dua buah magasin M-16, 244 butir amunisi Kaliber 5,56 mm, 10 butir amunisi kaliber 38 spesial dan dua bungkus peluru minis. Selanjutnya polisi juga menyita satu buah panah, enam buah anak panah, serta 22 bilah parang.

"Empat bilah badik, satu buah pisau lipat, dan 26 unit HP. Ini barang bukti yang telah disita oleh penyidik Densus 88, ini adalah barang bukti yang diamankan dari hasil penggeledahan di rumah tersangka," katanya.[]